Profil Letjen Robi Herbawan, Kabais TNI Baru dan Rekam Jejaknya

Mabes Tentara Nasional Indonesia (TNI) secara resmi menunjuk Letjen TNI Robi Herbawan sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI. Penunjukan ini dilakukan untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Letjen TNI Yudi Abrimantyo yang memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya.

Advertisements

Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigadir Jenderal TNI Rico Ricardo Sirait, mengonfirmasi pergantian pimpinan tersebut. Sebelum mengemban amanah baru sebagai Kabais TNI, Robi Herbawan menjabat sebagai Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen di Kementerian Pertahanan.

“Letjen TNI Robi Herbawan saat ini mendapat amanah sebagai Kabais TNI,” ungkap Rico pada Kamis (7/5).

Bagi lingkungan BAIS TNI, sosok Robi bukanlah wajah baru. Rekam jejaknya mencatat bahwa ia pernah mengabdi sebagai Kepala Satgas BAIS di Aceh selama periode 2016 hingga 2018. Secara profesional, Robi merupakan lulusan Akademi Militer tahun 1994. Mengawali karier militernya di Korps Pasukan Khusus (Kopassus), ia sempat ditempatkan di unit elite penanggulangan teror, Satgultor-81. Selain itu, Robi juga memiliki kedekatan historis dengan Presiden Prabowo Subianto, karena pernah menjadi ajudan saat Prabowo menjabat sebagai Danjen Kopassus.

Advertisements

Pergantian jabatan ini terjadi di tengah sorotan publik terhadap pengunduran diri Letjen TNI Yudi Abrimantyo, yang dikaitkan dengan kasus kekerasan terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Terkait insiden tersebut, empat anggota Bais TNI telah diseret ke meja hijau untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Mereka adalah Sersan Dua (ES), Letnan Satu (BHW), Kapten (NDP), dan Letnan Satu (SL). Oditur Militer Mayor Chk Muhammad Iswadi menjelaskan bahwa motif utama penyerangan tersebut dipicu oleh aksi interupsi yang dilakukan Andrie Yunus saat berlangsungnya sidang rapat revisi Undang-Undang TNI di Hotel Fairmont pada Maret 2025 lalu.

Ringkasan

Letjen TNI Robi Herbawan resmi ditunjuk sebagai Kepala Badan Intelijen Strategis (Kabais) TNI menggantikan Letjen TNI Yudi Abrimantyo yang mengundurkan diri. Lulusan Akademi Militer 1994 ini sebelumnya menjabat sebagai Kepala Badan Informasi dan Komunikasi Intelijen di Kementerian Pertahanan. Robi memiliki rekam jejak panjang di unit elite Kopassus dan pernah bertugas sebagai Kepala Satgas BAIS di Aceh periode 2016-2018.

Pergantian kepemimpinan ini terjadi bersamaan dengan proses hukum terhadap empat anggota BAIS TNI terkait kasus kekerasan terhadap aktivis KontraS. Insiden tersebut dipicu oleh aksi interupsi yang dilakukan aktivis saat berlangsungnya rapat revisi Undang-Undang TNI pada Maret 2025. Saat ini, para anggota yang terlibat telah diseret ke meja hijau untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka secara hukum.

Advertisements