Rerata Gaji Lulusan Perguruaan Tinggi RI Masih di Bawah UMP Jakarta

Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja merilis laporan terbaru mengenai rata-rata upah buruh di Indonesia per Februari 2026. Data tersebut menyoroti fakta mengejutkan di mana lulusan perguruan tinggi, termasuk jenjang diploma IV, S1, S2, hingga S3, hanya menerima gaji rata-rata sebesar Rp 4,77 juta. Meski angka ini menunjukkan peningkatan dari Rp 4,33 juta pada periode yang sama tahun lalu, nominal tersebut masih jauh di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 5,73 juta.

Advertisements

Hasil Survei Angkatan Kerja Nasional yang dirilis BPS pekan ini menegaskan adanya korelasi kuat antara tingkat pendidikan dengan besaran penghasilan. Kelompok buruh berpendidikan tinggi memang menempati posisi dengan upah tertinggi, sementara mereka yang berpendidikan SD ke bawah harus puas menerima upah rata-rata terendah, yakni hanya Rp 2,23 juta.

Secara keseluruhan, rata-rata upah buruh di Indonesia pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp 3,29 juta. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan Februari 2025 yang berada di level Rp 3,03 juta. Namun, di balik angka rata-rata tersebut, terdapat kesenjangan upah yang cukup signifikan antara pekerja laki-laki dan perempuan.

Kesenjangan Upah Berdasarkan Gender dan Sektor

Advertisements

Data BPS menunjukkan bahwa pekerja laki-laki konsisten menerima upah lebih tinggi dibandingkan perempuan di setiap jenjang pendidikan. Sebagai ilustrasi, pada kelompok pendidikan SD ke bawah, rata-rata upah laki-laki mencapai Rp 2,51 juta, sementara perempuan hanya Rp 1,47 juta. Ketimpangan serupa juga terjadi pada jenjang pendidikan tinggi, di mana buruh laki-laki berpenghasilan Rp 5,63 juta, sedangkan perempuan di tingkat pendidikan yang sama hanya memperoleh Rp 3,99 juta.

Selain faktor pendidikan dan gender, sektor pekerjaan juga menjadi penentu besaran pendapatan. Pekerja di sektor keuangan dan asuransi saat ini menjadi profesi dengan upah tertinggi, dengan rata-rata mencapai Rp 5,05 juta. Di sisi lain, lapangan usaha di bidang kesenian, aktivitas jasa lainnya, kegiatan rumah tangga, serta aktivitas badan internasional tercatat sebagai sektor dengan upah terendah, yakni di kisaran Rp 2 juta.

Baca juga:

  • Trump Hentikan Sementara Operasi AS di Selat Hormuz Demi Negosiasi dengan Iran
  • Daftar 56 Program Prioritas Prabowo Tahun Depan: MBG hingga Mobil Nasional

Ringkasan

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa rata-rata gaji lulusan perguruan tinggi di Indonesia per Februari 2026 mencapai Rp 4,77 juta. Angka ini masih berada di bawah Upah Minimum Provinsi (UMP) Jakarta tahun 2026 yang ditetapkan sebesar Rp 5,73 juta, meskipun menunjukkan kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Laporan tersebut juga mengungkap adanya kesenjangan upah yang signifikan berdasarkan gender dan sektor pekerjaan, di mana pekerja laki-laki cenderung menerima gaji lebih tinggi dibanding perempuan. Selain itu, sektor keuangan dan asuransi mencatatkan rata-rata upah tertinggi, sementara sektor jasa dan rumah tangga menjadi bidang dengan penghasilan terendah.

Advertisements