Saham tambang anjlok, IHSG ditutup melemah 2,86 persen

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup pekan perdagangan dengan koreksi tajam. Pada penutupan Jumat, indeks terpangkas 204,9 poin atau setara 2,86 persen ke level 6.969,40.

Advertisements

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, menjelaskan bahwa pelemahan ini mencerminkan tren negatif di pasar global dan regional Asia. Menurutnya, ketidakpastian perundingan antara Amerika Serikat dan Iran menjadi sentimen utama yang menekan pasar, ditambah dengan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Tekanan pada Emiten Sektor Komoditas

Selain sentimen eksternal, tekanan besar terhadap IHSG datang dari emiten sektor pertambangan. Hal ini dipicu oleh usulan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengenai penerapan skema royalti progresif yang baru untuk komoditas mineral dan batu bara (minerba).

Advertisements

“Pemerintah ingin mengoptimalkan penerimaan negara saat harga komoditas melambung dengan menaikkan batas atas royalti serta menyesuaikan rentang harga,” ujar Herditya.

Berdasarkan usulan tersebut, beberapa komoditas mengalami penyesuaian tarif royalti yang signifikan:

  • Konsentrat Tembaga: Dari flat 7-10 persen menjadi 9-13 persen.
  • Katoda Tembaga: Dari 4-7 persen menjadi 7-10 persen.
  • Emas: Dari 7-16 persen menjadi 14-20 persen, dengan tambahan rentang harga baru di atas 5.000 dolar AS per ons.
  • Perak: Dari flat 5 persen menjadi progresif 5-8 persen.
  • Timah: Dari 3-10 persen menjadi progresif 5-20 persen.
  • Bijih Nikel: Tarif tetap di kisaran 14-19 persen, namun dengan interval harga yang lebih rendah sehingga potensi kenaikan tarif lebih cepat terjadi.

Dampak pada Sektor di Bursa

Sentimen kebijakan ini memicu aksi jual pada sektor-sektor terkait. Sektor bahan baku komoditas (IDXBASIC) anjlok 7,80 persen, sektor energi (IDXENERGY) melemah 4,59 persen, dan sektor transportasi (IDXTRANS) turun 5,72 persen. Secara teknikal, Herditya menilai bahwa IHSG masih memiliki potensi untuk melanjutkan pelemahan.

Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan mencatatkan sebanyak 138 saham yang menguat, sementara 607 saham melemah dan 214 saham stagnan. Total transaksi yang terjadi mencapai Rp36,07 triliun dengan volume perdagangan 54,39 miliar saham dari 2,8 juta transaksi. Saat ini, kapitalisasi pasar BEI tercatat berada di posisi Rp12.405 triliun.

Pasar Pantau Arah Moneter Global, IHSG Diperkirakan Bergerak Mendatar Pekan Ini

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah signifikan sebesar 2,86 persen ke level 6.969,40 pada penutupan perdagangan Jumat. Penurunan ini dipicu oleh ketidakpastian geopolitik global antara Amerika Serikat dan Iran serta depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Selain faktor eksternal, sentimen negatif juga muncul akibat rencana pemerintah menerapkan skema royalti progresif baru untuk komoditas mineral dan batu bara. Kebijakan ini memicu aksi jual masif pada sektor pertambangan, energi, dan transportasi, yang menyebabkan ratusan saham mengalami pelemahan dalam aktivitas perdagangan akhir pekan.

Advertisements