
Babaumma – , JAKARTA — Badan usaha milik negara (BUMN) PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) menetapkan seluruh laba tahun buku 2025 sebagai dividen tunai. SIG mencatat laba bersih sebesar Rp190,85 miliar.
“Penetapan seluruh laba tahun buku 2025 sebagai dividen tunai merupakan bentuk komitmen Perseroan untuk memberikan nilai tambah kepada para pemegang saham,” kata Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni dalam keterangannya, Jakarta, Sabtu (9/5/2026).
Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) SIG Tahun Buku 2025 pada Jumat (8/5).
Vita mengatakan perusahaan berhasil melewati tantangan, terutama pada paruh kedua 2025, melalui implementasi strategi transformasi yang menciptakan tren kinerja positif.
Menurut dia, tren positif tersebut berlanjut hingga kuartal I 2026 dan menjadi modal perseroan untuk menjaga momentum pertumbuhan.
“Ke depan, SIG siap menjaga momentum pertumbuhan untuk mengoptimalkan kinerja positif yang berkelanjutan dan bernilai tambah bagi pemegang saham,” ujarnya.
Vita mengatakan transformasi bisnis yang dijalankan secara disiplin berhasil meningkatkan daya saing perusahaan di tengah tantangan industri domestik sekaligus memperkuat posisi di pasar internasional.
Selain menetapkan dividen, RUPST juga menyetujui laporan tahunan perseroan tahun buku 2025 serta penetapan kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan perusahaan.
Rapat turut menyetujui laporan pertanggungjawaban realisasi penggunaan dana penawaran umum terbatas melalui penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD I) serta perubahan anggaran dasar perseroan.
RUPST kemudian menyetujui pemberian wewenang kepada pemegang saham Seri B terbanyak atau kuasanya untuk menetapkan remunerasi anggota Dewan Komisaris dan Direksi tahun buku 2026 serta remunerasi atas kinerja tahun buku 2025 sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, RUPST menyepakati pemberian kuasa kepada Dewan Komisaris dengan persetujuan tertulis pemegang saham Seri B terbanyak untuk menyetujui Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) 2026–2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027 beserta perubahannya.
SIG menjelaskan industri semen nasional pada 2026 diproyeksikan memasuki fase pemulihan lebih stabil sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi nasional di kisaran 5,2 persen hingga 5,5 persen.
Permintaan semen domestik diperkirakan tumbuh moderat sekitar 1-2 persen, ditopang pemulihan daya beli masyarakat dan realisasi berbagai proyek pemerintah.
Pada kuartal I 2026, perusahaan mencatat volume penjualan naik 1,7 persen secara tahunan menjadi 8,71 juta ton, sedangkan pendapatan tumbuh 8,3 persen menjadi Rp8,29 triliun.
SIG melalui PT Solusi Bangun Indonesia Tbk bersama Taiheiyo Cement Corporation juga telah menyelesaikan proyek pengembangan dermaga dan fasilitas produksi ekspor di Tuban, Jawa Timur, yang ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2026.
“SIG tidak hanya fokus menjaga kinerja jangka pendek, tetapi juga membangun sumber pertumbuhan baru yang lebih berkelanjutan,” ungkap Vita.
Ia mengatakan fasilitas tersebut akan menjadi basis penguatan ekspor perusahaan sekaligus membuka peluang peningkatan margin usaha di tengah kompetisi pasar domestik yang semakin ketat.