BI: Keyakinan konsumen April 2026 naik, ekonomi di zona optimis

JAKARTA — Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia mencatatkan tren positif pada April 2026. Berdasarkan survei terbaru yang dirilis Bank Indonesia (BI), IKK mengalami kenaikan tipis sebesar 0,1 poin, dari 122,9 pada Maret 2026 menjadi 123,0 pada April 2026.

Advertisements

Sebagai informasi, IKK merupakan indikator krusial untuk memprediksi arah konsumsi dan tabungan rumah tangga dengan mengukur optimisme konsumen terhadap kondisi ekonomi saat ini serta ekspektasi masa depan. Dengan nilai acuan 100, posisi IKK di angka 123 menegaskan bahwa masyarakat Indonesia masih berada dalam zona optimistis terhadap perekonomian nasional.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menyatakan bahwa hasil survei tersebut menunjukkan keyakinan konsumen tetap terjaga dengan baik. “Survei Konsumen Bank Indonesia pada April 2026 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap terjaga,” ujarnya dalam keterangan resmi, Senin (11/5/2026).

Namun, dinamika keyakinan ini bervariasi jika dilihat dari berbagai aspek. Dari sisi pengeluaran, kenaikan IKK justru didorong oleh kelompok masyarakat berpenghasilan menengah ke atas. Kelompok dengan pengeluaran Rp4,1—5 juta dan di atas Rp5 juta menunjukkan peningkatan indeks, sementara kelompok dengan pengeluaran di bawah Rp4 juta justru mengalami sedikit penurunan.

Advertisements

Ditinjau dari faktor usia, optimisme konsumen juga menunjukkan pola yang beragam. Kelompok usia 20—30 tahun, 41—50 tahun, dan 51—60 tahun mencatatkan peningkatan keyakinan. Sebaliknya, kelompok usia 31—40 tahun dan usia di atas 60 tahun mengalami penurunan indeks keyakinan dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara spasial atau kewilayahan, peningkatan IKK yang paling signifikan terjadi di Kota Pontianak, Bandar Lampung, dan Surabaya. Sementara itu, penurunan keyakinan konsumen terpantau terjadi di Medan, Mataram, dan Banjarmasin.

Lebih lanjut, Denny menjelaskan bahwa fluktuasi IKK pada April 2026 dipengaruhi oleh dua komponen utama, yakni Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) dan Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE). Tercatat, IEK mengalami penurunan dari 130,4 pada bulan sebelumnya menjadi 129,6. Sebaliknya, IKE justru mengalami penguatan, naik dari 115,4 menjadi 116,5.

Dalam hal perilaku keuangan, survei mencatat adanya pergeseran dalam alokasi pendapatan konsumen. Proporsi pendapatan yang dialokasikan untuk konsumsi turun tipis dari 71,1% menjadi 71,2% (koreksi: dalam data asli proporsi konsumsi adalah 71,1% ke 71,2%), sementara pembayaran cicilan atau utang meningkat dari 9,7% menjadi 10,2%. Di sisi lain, proporsi pendapatan yang disimpan sebagai tabungan mengalami penurunan, dari 18,2% menjadi 17,6%.

Ringkasan

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Indonesia pada April 2026 tercatat sebesar 123,0, meningkat tipis dari 122,9 pada bulan sebelumnya. Capaian ini menunjukkan bahwa masyarakat tetap berada dalam zona optimistis terhadap kondisi ekonomi nasional, meskipun terdapat variasi keyakinan berdasarkan kelompok pengeluaran, usia, dan wilayah. Secara keseluruhan, penguatan Indeks Kondisi Ekonomi saat ini berhasil menutupi penurunan pada Indeks Ekspektasi Konsumen.

Survei Bank Indonesia juga mengungkapkan adanya pergeseran dalam perilaku keuangan rumah tangga. Alokasi pendapatan untuk pembayaran cicilan atau utang meningkat menjadi 10,2%, sementara porsi untuk tabungan mengalami penurunan menjadi 17,6%. Meski demikian, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, memastikan bahwa keyakinan konsumen secara umum tetap terjaga dengan baik.

Advertisements