
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi menyiapkan CFD di Rasuna Said sebagai lokasi baru Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day di ibu kota. Kebijakan tersebut akan mulai diterapkan pada Minggu, 10 Mei 2026, bertepatan dengan pencanangan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta.
Keputusan menghadirkan CFD di Rasuna Said diumumkan langsung oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung pada Rabu, 6 Mei 2026. Selain memperluas lokasi car free day, Pemprov DKI juga tengah mengkaji perubahan jam pelaksanaan CFD di Jakarta yang selama ini berlangsung pukul 06.00 hingga 10.00 WIB di kawasan Sudirman–Thamrin.
Langkah tersebut dilakukan untuk memberikan lebih banyak pilihan ruang publik bagi masyarakat Jakarta sekaligus mengurangi kepadatan aktivitas yang selama ini terpusat di kawasan pusat kota.
Apa Itu CFD di Rasuna Said? Penampakan Jalan Rasuna Said Kuningan Usai Tiang Monorel Dibongkar (Foto: Katadata/Fauza Syahputra) (Katadata/Fauza Syahputra)
CFD di Rasuna Said merupakan penerapan kawasan bebas kendaraan bermotor di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan. Selama pelaksanaan berlangsung, ruas jalan tertentu ditutup sementara untuk kendaraan bermotor dan dialihkan menjadi area publik bagi masyarakat untuk berjalan kaki, berlari, bersepeda, hingga melakukan aktivitas olahraga dan komunitas.
Kawasan Rasuna Said dipilih karena menjadi salah satu jalur utama bisnis dan perkantoran di Jakarta dengan tingkat mobilitas kendaraan yang sangat tinggi setiap harinya. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menilai kawasan tersebut layak menjadi lokasi baru car free day setelah Sudirman-Thamrin.
“Rasuna Said itu nantinya kita persiapkan juga untuk menjadi car free day seperti Sudirman-Thamrin,” kata Pramono Anung di Balai Kota Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Kapan CFD di Rasuna Said Mulai Berlaku?
Pelaksanaan perdana CFD di Rasuna Said dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026.
Berdasarkan keterangan Pelaksana Harian Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Ujang Harmawan, kegiatan berlangsung mulai pukul 05.30 WIB hingga 10.00 WIB. Jadwal tersebut lebih pagi dibandingkan pelaksanaan CFD Jakarta sebelumnya yang umumnya dimulai pukul 06.00 WIB.
Pramono Anung juga menyatakan Pemprov DKI sedang mengkaji kemungkinan perubahan jam pelaksanaan CFD secara keseluruhan di Jakarta. Namun keputusan final mengenai perubahan waktu masih menunggu hasil evaluasi lebih lanjut.
“Pada waktunya saya akan umumkan ada perubahan jam untuk Car Free Day,” ujar Pramono.
Lokasi Penutupan Jalan Saat CFD di Rasuna Said
Penerapan CFD di Rasuna Said dibagi menjadi dua segmen utama di Jalan HR Rasuna Said.
Pada sisi timur, penutupan jalan berlaku mulai Simpang Jalan Gembira hingga Simpang Jalan Raya Casablanca. Sementara pada sisi barat, area CFD diterapkan mulai Simpang Jalan Prof. Dr. Satrio hingga Simpang Jalan Setiabudi Utara Raya.
Selama kegiatan berlangsung, kendaraan bermotor tidak diperbolehkan melintas di area tersebut. Petugas Dishub DKI Jakarta dan kepolisian akan berjaga di sejumlah titik untuk mengatur arus kendaraan dan memastikan aktivitas masyarakat berjalan aman.
Rekayasa Lalu Lintas Selama CFD Rasuna Said
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, Dinas Perhubungan DKI Jakarta menyiapkan sejumlah jalur pengalihan arus lalu lintas selama CFD di Rasuna Said berlangsung.
- Kendaraan dari arah Manggarai menuju Tanah Abang atau Karet diarahkan melalui Jalan Sultan Agung, Jalan Galunggung, Jalan Karet Pasar Baru Timur III, Jalan Karet Pasar Baru Timur II, hingga Jalan RM Margono Djojohadikoesoemo.
- Sementara kendaraan dari arah Kampung Melayu menuju Tanah Abang dapat melintas melalui Jalan Raya Casablanca, Jalan Prof. Dr. Satrio, dan Jalan KH Mas Mansyur.
- Untuk kendaraan dari arah Kuningan menuju Menteng, pengalihan arus dilakukan melalui Jalan Denpasar Raya, Jalan Setiabudi, Jalan Setiabudi Utara Raya, Jalan Setiabudi Tengah, hingga Jalan Galunggung.
Dishub DKI Jakarta mengimbau masyarakat menghindari ruas Jalan HR Rasuna Said selama CFD berlangsung serta mengikuti arahan petugas di lapangan demi menjaga keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
Apakah Transportasi Umum Tetap Beroperasi?
Meski CFD di Rasuna Said diberlakukan, layanan transportasi umum dipastikan tetap beroperasi normal.
Beberapa rute TransJakarta yang melintasi kawasan Kuningan tetap melayani penumpang, termasuk rute L13 Puri Beta–Flyover Kuningan Express, rute 4D Pulo Gadung–Kuningan, koridor 6 Ragunan–Galunggung, serta rute 6A, 6B, dan 6H.
Selain TransJakarta, layanan LRT Jabodebek relasi Dukuh Atas–Harjamukti dan Dukuh Atas–Jati Mulya juga tetap berjalan selama kegiatan berlangsung.
Pemprov DKI Jakarta berharap keberadaan transportasi umum dapat membantu masyarakat menuju lokasi CFD tanpa harus menggunakan kendaraan pribadi.
Lokasi Parkir yang Disediakan di CFD Rasuna Said
Untuk mendukung pelaksanaan CFD di Rasuna Said, Pemprov DKI Jakarta menyediakan total 3.687 Satuan Ruang Parkir (SRP).
Jumlah tersebut terdiri dari 1.680 ruang parkir mobil dan 2.007 ruang parkir motor yang tersebar di beberapa titik sekitar lokasi kegiatan.
Pasar Festival dan GOR Soemantri menyediakan kapasitas 305 mobil dan 437 motor. Kawasan Rasuna Epicentrum menjadi lokasi terbesar dengan kapasitas 850 mobil dan 685 motor.
Selain itu, Setiabudi One menyediakan 310 ruang parkir mobil dan 450 motor, sedangkan Gedung Nyi Ageng Serang menyediakan 215 ruang parkir mobil dan 435 motor.
Penyediaan titik parkir tersebut dilakukan untuk mengurangi penumpukan kendaraan di sekitar area CFD sekaligus menjaga ketertiban lalu lintas.
Alasan Pemprov DKI Menambah Lokasi CFD
Penambahan CFD di Rasuna Said dilakukan karena Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ingin memperluas ruang publik dan fasilitas olahraga bagi masyarakat.
Selama ini, kegiatan car free day di Jakarta lebih banyak terpusat di kawasan Sudirman–Thamrin sehingga sering dipadati pengunjung setiap akhir pekan.
Dengan hadirnya CFD di Rasuna Said, masyarakat Jakarta Selatan dan kawasan Kuningan memiliki alternatif lokasi olahraga dan rekreasi yang lebih dekat.
Selain mendukung gaya hidup sehat, perluasan lokasi CFD juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi emisi kendaraan bermotor dan memperbaiki kualitas udara di Jakarta.
Pramono berharap penambahan lokasi dan rencana penyesuaian jam CFD dapat membuat masyarakat Jakarta semakin aktif berolahraga dan menjaga kesehatan di tengah tingginya aktivitas perkotaan.
“Mudah-mudahan masyarakat Jakarta semakin sehat,” kata Pramono.