
Gereja Katedral Jakarta memprediksi kehadiran sekitar 1.500 umat dalam perayaan Kenaikan Yesus Kristus yang jatuh pada Kamis (14/5). Berbeda dengan perayaan besar seperti Natal atau Paskah, pihak gereja memutuskan untuk tidak mendirikan tenda tambahan guna memfasilitasi kelancaran mobilitas jemaat di area gereja.
Pastor Rekan Gereja Katedral Jakarta, Romo Yohanes Deodatus, menjelaskan bahwa tidak ada prosesi khusus yang digelar secara terpisah pada hari ini. Hal ini dikarenakan perayaan Kenaikan Yesus Kristus merupakan rangkaian integral dari masa Paskah yang berpuncak pada Hari Raya Pentakosta atau turunnya Roh Kudus.
“Masa Paskah itu cukup panjang dan baru berakhir saat Pentakosta atau turunnya Roh Kudus,” ujar Romo Yohanes di Gereja Katedral Jakarta, Kamis (14/5). Sebagai informasi, Hari Raya Pentakosta dijadwalkan akan berlangsung pada akhir pekan depan, Minggu (24/5), untuk memperingati peristiwa turunnya Roh Kudus tepat 50 hari setelah Paskah.
Untuk mengantisipasi kepadatan, pihak pengelola gereja telah menjadwalkan empat sesi misa dengan waktu yang bervariasi, yakni pukul 08.30, 11.00, 16.30, dan 19.00 WIB. Menurut Romo Yohanes, pembagian waktu ini cukup efektif untuk menampung seluruh umat tanpa harus menambah kursi atau area duduk tambahan.
Tiga Makna Penting Kenaikan Yesus Kristus
Lebih lanjut, Romo Yohanes memaparkan tiga makna spiritual dari perayaan Kenaikan Yesus Kristus tahun 2026 yang dapat direfleksikan oleh umat. Pertama, peristiwa ini dimaknai sebagai masa pemurnian. Setelah menampakkan diri selama 40 hari dan memberikan wejangan serta kasih kepada para murid-Nya, Yesus memberikan waktu bagi mereka untuk mempersiapkan diri sebelum akhirnya diutus.
Kedua, Kenaikan Yesus menjadi kompas penuntun hati manusia melalui kehadiran Roh Kudus. Romo Yohanes mengingatkan bahwa banyak orang saat ini mulai kehilangan hati nurani terhadap keadilan dan kemanusiaan karena tidak lagi mendengarkan dorongan Roh Kudus dalam diri mereka.
Terakhir, perayaan ini menjadi seruan untuk mewartakan kabar sukacita kepada sesama. Yesus Kristus telah mengutus para murid-Nya untuk melanjutkan misi yang sama di dunia. Romo Yohanes menekankan bahwa kabar sukacita tersebut dapat diwujudkan melalui perilaku yang lembut serta sikap kepedulian terhadap orang-orang kecil atau mereka yang membutuhkan.
“Tuhan Yesus mengutus kita semua, terutama umat Katolik yang beriman, untuk melanjutkan tugas perutusan-Nya di tengah masyarakat,” tutupnya.
Baca juga:
- Gereja Katedral Jakarta Maknai Kenaikan Yesus Kristus dengan Tiga Pesan Utama
- Jadwal Misa Kenaikan Yesus Kristus 2026 di Gereja Katedral Jakarta
- Trump Unggah Gambar AI Dirinya Seolah Yesus Setelah Sebut Paus Leo XIV Lemah
Ringkasan
Gereja Katedral Jakarta menyelenggarakan empat sesi misa dalam perayaan Kenaikan Yesus Kristus yang diperkirakan dihadiri oleh 1.500 umat. Pengelola gereja menjadwalkan ibadah pada pukul 08.30, 11.00, 16.30, dan 19.00 WIB tanpa mendirikan tenda tambahan untuk menjaga kelancaran mobilitas jemaat. Perayaan ini merupakan bagian integral dari rangkaian masa Paskah yang akan berpuncak pada Hari Raya Pentakosta.
Dalam kesempatan ini, Romo Yohanes Deodatus menyampaikan tiga makna spiritual, yaitu masa pemurnian bagi para murid, pentingnya mendengarkan Roh Kudus sebagai penuntun hati nurani, serta seruan untuk mewartakan kabar sukacita melalui kasih terhadap sesama. Umat Katolik diimbau untuk melanjutkan tugas perutusan Yesus Kristus dengan menunjukkan kepedulian nyata kepada mereka yang membutuhkan di tengah masyarakat.