
JAKARTA — PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) atau PGN, entitas di bawah Grup Pertamina, resmi memutuskan untuk membagikan dividen tunai tahun buku 2025. Dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang diselenggarakan pada Jumat (22/5/2026), perusahaan menyetujui pembagian dividen sebesar US$172,3 juta, yang mencerminkan rasio pembayaran atau dividend payout ratio sebesar 80% dari total laba bersih.
Berdasarkan laporan Stockbit, besaran dividen tersebut setara dengan sekitar US$0,0071 per saham. Jika dikonversikan dengan asumsi kurs Rp17.700 per dolar Amerika Serikat, nilai dividen per saham tersebut mencapai kurang lebih Rp125,8. Dengan harga saham saat ini, estimasi dividend yield PGAS berada di angka 6,9%. Namun, hingga saat ini, perseroan belum merilis jadwal resmi terkait cum date maupun tanggal pembayaran dividen.
Keputusan pembagian dividen ini merupakan cerminan dari solidnya kinerja keuangan PGAS sepanjang tahun 2025. Perusahaan berhasil mencatatkan pendapatan sebesar US$3,9 miliar, tumbuh 5% dibandingkan tahun sebelumnya. Emiten yang juga menjadi portofolio investasi tokoh pasar modal Lo Kheng Hong ini membukukan laba bersih sebesar US$215,4 juta, setelah memperhitungkan penyesuaian nilai aset hulu yang bersifat non-cash, serta laba operasi sebesar US$519,6 juta.
Stabilitas bisnis PGN juga terlihat dari catatan EBITDA yang mencapai US$971,2 juta dengan arus kas operasional yang tetap positif di angka US$657,1 juta. Hal ini membuktikan fundamental perusahaan yang tetap tangguh di tengah dinamika industri energi. Keberhasilan tersebut didukung oleh diversifikasi portofolio di segmen midstream dan downstream, termasuk distribusi gas bumi, transmisi, hingga pengelolaan LNG. Selain itu, volume transmisi gas bumi PGAS juga tercatat meningkat 4% secara tahunan menjadi 1.609 MMscfd akibat tingginya penyerapan oleh pelanggan.
Tren positif ini berlanjut hingga memasuki kuartal I/2026. PGAS melaporkan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$90,4 juta, melonjak sekitar 46% secara tahunan. Pertumbuhan signifikan ini didorong oleh kenaikan laba kotor sebesar 12%, efisiensi beban pokok yang turun 7% atau sekitar US$54 juta, serta perbaikan pada beban keuangan dan selisih kurs. Sepanjang periode Januari—Maret 2026, perseroan mencatatkan pendapatan US$929,6 juta dan EBITDA sebesar US$240,6 juta.
Direktur Keuangan PGN, Catur Dermawan, menegaskan bahwa pendapatan perusahaan tetap terjaga berkat kekuatan bisnis inti pada sektor niaga dan infrastruktur gas bumi. Menurut Catur, capaian tersebut merupakan bukti nyata kemampuan perseroan dalam menjaga profitabilitas melalui disiplin keuangan yang ketat, efisiensi operasional, serta keseimbangan portofolio bisnis yang strategis.
Ringkasan
PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS) resmi memutuskan pembagian dividen tunai tahun buku 2025 sebesar US$172,3 juta, yang setara dengan 80% dari total laba bersih perusahaan. Nominal tersebut mencerminkan dividen per saham sekitar US$0,0071 atau kurang lebih Rp125,8 per lembar, dengan estimasi dividend yield mencapai 6,9%. Hingga saat ini, perusahaan belum menentukan jadwal resmi terkait tanggal cum date maupun pembayaran dividen tersebut.
Keputusan ini didorong oleh kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025 dengan laba bersih mencapai US$215,4 juta dan pendapatan sebesar US$3,9 miliar. Tren pertumbuhan positif berlanjut ke kuartal I/2026, di mana perseroan mencatat lonjakan laba bersih sebesar 46% secara tahunan menjadi US$90,4 juta. Keberhasilan ini didukung oleh efisiensi operasional, disiplin keuangan yang ketat, serta kekuatan bisnis inti pada sektor niaga dan infrastruktur gas bumi.