
Kota Bandung berubah menjadi lautan biru pada Minggu (24/5) saat ratusan ribu Bobotoh tumpah ruah ke jalanan. Mereka merayakan keberhasilan Persib Bandung yang secara resmi menyabet gelar juara Super League 2025/2026. Kemenangan ini terasa kian manis karena Persib sukses menorehkan sejarah baru dengan mencetak hattrick juara atau meraih gelar selama tiga musim berturut-turut.
Euforia kemenangan ini terlihat jelas dari gelombang massa yang memadati pusat kota. Sehari setelah laga pamungkas melawan Persijap Jepara yang berakhir imbang 0-0—hasil yang cukup untuk mengunci gelar juara—para pendukung setia Maung Bandung memulai konvoi dari Gedung Sate menuju Gedung Merdeka. Kepadatan massa pun tidak terelakkan di titik-titik ikonik seperti Jalan Banda, Merdeka, Jalan Asia Afrika, Alun-alun Bandung, Jalan Braga, Dago bawah, hingga kawasan Flyover Pasupati yang seketika dipenuhi atribut biru dan suara nyanyian kemenangan.
Suasana pesta berlangsung meriah dengan kibaran bendera kebanggaan dan suar yang menyala di berbagai sudut. Tingginya antusiasme masyarakat membuat arus lalu lintas di pusat kota sempat tersendat. Salah satu Bobotoh, Whisnu (32), mengungkapkan kegembiraannya. Ia sengaja hadir sejak siang hari dari GBLA hingga ke pusat kota untuk merayakan pencapaian luar biasa ini. Ia juga menaruh harapan besar agar dominasi Persib di kompetisi domestik dapat berlanjut ke level Asia pada musim mendatang.
Untuk mengantisipasi lonjakan massa dan memastikan perayaan tetap berjalan kondusif, aparat gabungan yang terdiri dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan dikerahkan di sejumlah titik keramaian. Langkah ini diambil untuk mengatur arus lalu lintas sekaligus menjaga ketertiban umum di tengah euforia publik.
Secara statistik, Persib Bandung menutup kompetisi Super League 2025/2026 dengan koleksi 79 poin. Meski memiliki poin yang sama dengan Borneo FC, Maung Bandung berhak berada di puncak klasemen dan meraih trofi juara berkat keunggulan dalam catatan head-to-head.
Keberhasilan ini pun mendapatkan apresiasi khusus dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi. Menurutnya, capaian triruntun gelar juara ini merupakan bukti nyata keberhasilan pengelolaan klub secara profesional tanpa campur tangan pemerintah. Dedi menegaskan bahwa kemandirian klub adalah kunci dari sepak bola modern di Indonesia.
“Persib sudah menunjukkan diri sebagai klub profesional tanpa harus mendapat campur tangan dari pemerintah. Jadi saya tegaskan sekali lagi, Persib merupakan klub profesional tanpa campur tangan dari pemerintah,” ujar Dedi di Bandung, Minggu. Ia berharap seluruh rangkaian perayaan ini tetap berlangsung tertib dan penuh semangat kebersamaan, sehingga mampu memberikan citra positif bagi Kota Bandung serta Jawa Barat secara luas.
Ringkasan
Persib Bandung sukses mencetak sejarah dengan meraih gelar juara Super League 2025/2026 secara tiga musim berturut-turut setelah mengungguli Borneo FC melalui rekor head-to-head. Keberhasilan ini dirayakan secara meriah oleh ratusan ribu Bobotoh melalui konvoi besar yang memadati berbagai titik ikonik di Kota Bandung pada Minggu (24/5). Euforia tersebut dipicu oleh hasil imbang pada laga pamungkas melawan Persijap Jepara yang memastikan posisi Maung Bandung di puncak klasemen dengan koleksi 79 poin.
Untuk mengantisipasi lonjakan massa dan menjaga ketertiban umum, aparat gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan dikerahkan di sejumlah titik keramaian. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, turut memberikan apresiasi atas capaian ini dan menegaskan bahwa prestasi tersebut merupakan bukti keberhasilan pengelolaan klub secara profesional dan mandiri. Pemerintah daerah berharap perayaan kemenangan ini tetap berlangsung kondusif serta menjadi cerminan positif bagi citra Kota Bandung.