Buah tebar dividen Rp50 miliar, ekspansi cabang baru

JAKARTA — Emiten distributor buah dan produk pangan segar ternama, PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH), resmi memutuskan untuk membagikan dividen tunai final sebesar Rp25 miliar. Nilai ini setara dengan Rp12,5 per saham yang akan dibagikan kepada para pemegang saham perseroan.

Advertisements

Keputusan strategis ini telah mendapatkan lampu hijau dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan di Jakarta pada Selasa (26/5/2026). Dengan penetapan dividen final tersebut, maka total akumulasi dividen BUAH untuk tahun buku 2025 mencapai Rp50 miliar, setelah sebelumnya perseroan juga telah menyalurkan dividen interim senilai Rp25 miliar.

Direktur Utama BUAH, Renny Lauren, menegaskan bahwa kebijakan pembagian laba ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus komitmen perseroan dalam menjaga kepercayaan para pemegang saham (shareholder). Hal ini tetap dilakukan meski kondisi pasar global maupun domestik saat ini sedang berada dalam fase yang sangat dinamis.

Sepanjang tahun buku 2025, BUAH berhasil mencatatkan performa keuangan yang impresif. Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp3,27 triliun, atau melonjak signifikan hingga 47,7% dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,21 triliun. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bersih perseroan juga terkerek naik 42,8% menjadi Rp50,4 miliar, melampaui perolehan laba bersih tahun 2024 yang berada di angka Rp35,3 miliar.

Advertisements

Di tengah tantangan ekonomi global dan fluktuasi daya beli masyarakat, BUAH memastikan agenda ekspansi tetap berjalan sesuai rencana. Untuk tahun 2026, perseroan kembali mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp12 miliar, angka yang konsisten dengan alokasi pada tahun sebelumnya.

Renny Lauren menjelaskan bahwa dana capex tersebut akan difokuskan untuk memperkuat infrastruktur rantai pendingin (cold chain) serta penambahan kantor cabang baru. Saat ini, perseroan telah merealisasikan pengembangan cabang di Lampung sebagai langkah memperkuat penetrasi di wilayah Sumatra, dan sedang bersiap untuk melakukan ekspansi serupa di Gorontalo.

“Strategi ekspansi ini kami eksekusi dengan prinsip kehati-hatian yang sangat ketat. Alokasi capex Rp12 miliar ini ditujukan untuk pengembangan dua cabang baru,” ungkap Renny. Ia menambahkan bahwa pemilihan lokasi cabang akan selalu berfokus pada titik-titik strategis yang memiliki potensi investasi serta pertumbuhan pasar yang menjanjikan.

Keberhasilan BUAH dalam mempertahankan pertumbuhan pendapatan secara konsisten juga tidak terlepas dari kejelian manajemen dalam membaca tren konsumen. Di tengah fenomena masyarakat yang kini lebih mengedepankan pola belanja cerdas atau smart spending, BUAH memilih strategi untuk mengoptimalkan pola konsumsi riil dan menjamin ketersediaan pasokan produk.

Daripada berspekulasi pada produk-produk yang bersifat unconventional, BUAH lebih memilih untuk memaksimalkan potensi penetrasi di berbagai daerah. Melalui pendekatan pertumbuhan yang pruden (prudent growth), manajemen optimistis mampu memitigasi dampak dari fluktuasi nilai tukar serta kenaikan biaya logistik, sekaligus menjaga margin laba bersih tetap solid sepanjang tahun 2026.

Ringkasan

PT Segar Kumala Indonesia Tbk (BUAH) memutuskan untuk membagikan dividen tunai final sebesar Rp25 miliar, sehingga total dividen untuk tahun buku 2025 mencapai Rp50 miliar. Keputusan ini didorong oleh pertumbuhan laba bersih sebesar 42,8 persen menjadi Rp50,4 miliar serta kenaikan pendapatan yang signifikan mencapai Rp3,27 triliun. Pembagian laba tersebut merupakan bentuk apresiasi perseroan atas kepercayaan para pemegang saham.

Selain pembagian dividen, perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar Rp12 miliar pada tahun 2026 untuk memperkuat rantai pendingin dan menambah dua kantor cabang baru. Ekspansi ini difokuskan pada wilayah Lampung dan Gorontalo guna memperluas penetrasi pasar di berbagai daerah. Strategi pertumbuhan yang pruden diterapkan untuk menjaga margin laba tetap solid di tengah fluktuasi ekonomi dan biaya logistik.

Advertisements