Cerita deretan pilot perempuan muda Indonesia di balik penerbangan Prabowo

Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan, Dirgayuza Setiawan, belum lama ini membagikan kisah inspiratif tentang barisan pilot perempuan muda yang memiliki peran vital dalam setiap misi penerbangan Presiden Prabowo Subianto. Para penerbang berprestasi ini tak hanya bertugas mengantar Presiden Prabowo dalam kunjungan kenegaraan dan misi domestik, tetapi juga terlibat dalam operasi logistik dan kemanusiaan yang krusial, baik di dalam maupun luar negeri. Cerita mengenai dedikasi para pilot muda pengawal penerbangan presiden ini dibagikan Dirgayuza melalui akun Instagram pribadinya, @dirgayuza, pada Selasa (26/5).

Advertisements

Dalam unggahan yang menampilkan delapan foto, Dirgayuza menyoroti berbagai profil pilot perempuan yang mengukir sejarah. Salah satu sorotan utama jatuh pada Captain Tania Citra, seorang pilot Garuda Indonesia yang menerbangkan pesawat Boeing 777 untuk perjalanan jarak jauh Presiden Prabowo Subianto ke mancanegara.

Dirgayuza secara spesifik mengisahkan momen bersejarah Tania: “Garuda berdiri 31 Maret 1950. Hari ini, setelah 76 tahun Garuda ada, 26 Mei 2026 jam 00.08 WIB, Tania jadi pilot perempuan pertama Garuda Indonesia yang menerbangkan Presiden yang sedang menjabat. Sekarang usianya 31 tahun,” tulis Dirgayuza, menyoroti pencapaian luar biasa ini.

Prestasi Captain Tania Citra tidak berhenti di sana. Ia juga tercatat sebagai pilot perempuan Boeing 777 termuda di dunia saat mencapai usia 29 tahun. Kini, selain aktif dalam penerbangan komersial dan misi kepresidenan, ia turut mengemban peran sebagai instruktur perempuan Boeing 777 termuda di dunia, menunjukkan kapasitas dan keahliannya yang luar biasa.

Advertisements

Selain Captain Tania, Dirgayuza juga mengangkat kisah para pilot dari Skadron Udara 17. Salah satunya adalah Captain Ajeng Mahessa, yang mengemudikan pesawat Boeing 737 kepresidenan untuk perjalanan presiden di dalam negeri serta kawasan luar negeri dengan jarak dekat, memastikan kelancaran setiap agenda penting.

Pada usianya yang ke-30, Ajeng diakui sebagai pilot Boeing 737 kepresidenan termuda di dunia, sebuah pengakuan atas kemampuannya yang mumpuni. Menariknya, sebelum meniti karier cemerlang di dunia penerbangan, Ajeng pernah menjadi bagian dari Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Nasional (Paskibraka) pada tahun 2011, menunjukkan rekam jejaknya yang penuh dedikasi sejak muda.

Kisah inspiratif berlanjut dengan sosok Captain Yustikasari Diana, atau akrab disapa Tika. Sebagai pilot Skadron Udara 2, Tika bertugas menjalankan misi penerbangan presiden menuju kota dan pulau-pulau kecil menggunakan pesawat CN. Pilot berusia 27 tahun ini juga aktif dalam berbagai operasi kemanusiaan di daerah dengan keterbatasan landasan pacu pendek. “Panggilannya Tika. Usia 27. Lulusan TN 24,” Dirgayuza menambahkan, melengkapi gambaran profilnya.

Terakhir, Dirgayuza memperkenalkan Captain Gini Setya Rahayu, seorang pilot Skadron Udara 31 yang mengoperasikan pesawat C-130 Hercules. Pesawat legendaris ini menjadi tulang punggung dalam mendukung distribusi perlengkapan presiden serta berbagai operasi logistik nasional. Pada usia 24 tahun, penerbang kelahiran tahun 2001 ini telah menjadi bagian integral dari operasi rehabilitasi penting di Sumatera. “Captain Gini Setya Rahayu. 24 tahun. Kelahiran 2001. Lulusan SMA TN 27,” demikian Dirgayuza menyimpulkan profilnya, menyoroti talenta muda yang berdedikasi tinggi.

Ringkasan

Asisten Khusus Presiden Bidang Komunikasi, Dirgayuza Setiawan, membagikan kisah inspiratif mengenai deretan pilot perempuan muda yang berperan vital dalam misi penerbangan Presiden Prabowo Subianto. Para pilot ini bertugas mengantar presiden dalam kunjungan kenegaraan, misi domestik, serta operasi logistik dan kemanusiaan. Di antaranya adalah Captain Tania Citra, pilot Boeing 777 Garuda Indonesia untuk perjalanan internasional, yang juga menjadi pilot perempuan Garuda pertama yang menerbangkan presiden aktif. Captain Ajeng Mahessa dari Skadron Udara 17 mengemudikan Boeing 737 kepresidenan untuk rute domestik dan jarak dekat, dan diakui sebagai pilot Boeing 737 kepresidenan termuda di dunia pada usia 30 tahun.

Selain itu, Captain Yustikasari Diana (Tika) dari Skadron Udara 2 mengoperasikan pesawat CN untuk misi presiden ke kota dan pulau kecil, serta aktif dalam operasi kemanusiaan. Captain Gini Setya Rahayu dari Skadron Udara 31 mengoperasikan pesawat C-130 Hercules untuk mendukung distribusi perlengkapan presiden dan berbagai operasi logistik nasional. Deretan pilot perempuan muda ini menunjukkan dedikasi dan keahlian luar biasa dalam setiap tugas penerbangan kenegaraan.

Advertisements