
Emiten batu bara di bawah naungan konglomerat Garibaldi “Boy” Thohir, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI), bersiap memanjakan para pemegang sahamnya melalui pembagian dividen tunai bernilai jumbo dari laba bersih Tahun Buku 2025. Langkah strategis ini telah mengantongi persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat (22/5) lalu.
Mengutip dokumen keterbukaan informasi yang dirilis melalui Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (26/5), manajemen AADI mengumumkan bahwa total dividen yang akan digelontorkan mencapai US$ 200 juta. Jika dikonversikan dengan asumsi kurs Rp 17.803 per dolar AS, nilai tersebut setara dengan Rp 3,56 triliun.
Meski total nilai dividen telah dipastikan, perseroan belum merinci besaran dividen per saham yang akan diterima oleh para investor. Corporate Secretary AADI, Ray Aryaputra, menjelaskan bahwa rincian tersebut akan segera menyusul. “Dividen per saham akan diumumkan setelah ada kepastian mengenai jumlah saham yang akan dibagikan,” ujar Ray dalam keterangan resminya pada Rabu (27/5).
Keputusan untuk membagikan keuntungan ini didasari oleh performa keuangan AADI yang solid sepanjang tahun 2025. Perseroan tercatat membukukan laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk sebesar US$ 760,17 juta. Selain itu, AADI memiliki saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya mencapai US$ 758,56 juta, dengan total ekuitas mencapai US$ 3,64 miliar per 31 Desember 2025.
Baca juga:
- Komdigi: Setengah Anak Indonesia Terpapar Konten Seksual di Medsos
- Pemerintah Didesak Percepat Bentuk Badan Pelindungan Data Pribadi
- Purbaya Yakin Pendapatan Negara Naik Berkat Coretax dan Reformasi Bea Cukai
Aksi korporasi ini menjadi sinyal kuat bahwa AADI berkomitmen penuh untuk memberikan nilai tambah bagi pemegang saham di tengah fluktuasi industri batu bara global. Langkah ini juga diprediksi akan menjadi katalis positif bagi pergerakan harga saham AADI di pasar modal.
Berdasarkan jadwal yang ditetapkan, tanggal pencatatan atau recording date pemegang saham yang berhak menerima dividen jatuh pada 8 Juni 2026 pukul 16.00 WIB.
Berikut adalah jadwal lengkap pembagian dividen tunai AADI:
- Cum Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi: 4 Juni 2026
- Ex Dividen Pasar Reguler dan Negosiasi: 5 Juni 2026
- Cum Dividen Pasar Tunai: 8 Juni 2026
- Ex Dividen Pasar Tunai: 9 Juni 2026
- Recording Date (DPS): 8 Juni 2026 pukul 16.00 WIB
- Pembayaran Dividen: 18 Juni 2026
Penyampaian informasi ini dilakukan secara resmi melalui sistem pelaporan elektronik BEI pada 26 Mei 2026 dan dinyatakan sah secara hukum meskipun diterbitkan tanpa tanda tangan basah.
Kinerja AADI Kuartal I 2026 Tertekan, Laba Turun 27%
Di balik rencana pembagian dividen tersebut, laporan keuangan AADI untuk kuartal I 2026 menunjukkan adanya tekanan pada profitabilitas. Perseroan mencatatkan penurunan laba bersih sebesar 27,02% secara tahunan menjadi US$ 143,03 juta (sekitar Rp 2,43 triliun), dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$ 195,99 juta.
Koreksi laba bersih ini selaras dengan penurunan pendapatan perseroan yang menjadi US$ 1,04 miliar dari posisi US$ 1,16 miliar pada kuartal I 2025. Pendapatan utama AADI masih ditopang oleh penjualan batu bara dan jasa logistik kepada pihak ketiga sebesar US$ 928,14 juta, serta pendapatan lain-lain sebesar US$ 3,57 juta—keduanya mengalami penyusutan dibandingkan perolehan tahun lalu yang mencapai US$ 1,05 miliar.
Sementara itu, dari pihak berelasi, AADI meraup pendapatan sebesar US$ 108,9 juta dari penjualan batu bara dan logistik, serta US$ 3,56 juta dari pendapatan lain-lain. Angka ini juga menunjukkan penurunan signifikan dari capaian tahun sebelumnya yang sebesar US$ 31,63 juta. Di sisi lain, beban pokok pendapatan perseroan terpantau ikut menyusut menjadi US$ 786,63 juta dari sebelumnya US$ 817,02 juta.
Meski kinerja kuartal pertama mengalami kontraksi, saham AADI tetap menunjukkan resiliensi dengan menutup perdagangan Selasa (26/5) di zona hijau. Harga sahamnya menguat 0,91% ke level Rp 8.325. Jika ditarik secara tahun berjalan (year to date/ytd), saham emiten energi ini tercatat telah melonjak impresif sebesar 19,35%.
Ringkasan
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) akan membagikan dividen tunai senilai US$ 200 juta atau setara Rp 3,56 triliun dari laba bersih tahun buku 2025. Keputusan ini telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan menyusul capaian laba bersih perusahaan yang mencapai US$ 760,17 juta. Meskipun rincian dividen per saham masih akan diumumkan kemudian, aksi korporasi ini bertujuan untuk memberikan nilai tambah bagi para investor.
Pencatatan pemegang saham yang berhak menerima dividen dijadwalkan pada 8 Juni 2026 dengan pembayaran yang akan dilakukan pada 18 Juni 2026. Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi jatuh pada 4 Juni 2026, sementara tanggal ex dividen pada 5 Juni 2026. Di sisi lain, meski laba bersih kuartal I 2026 tercatat turun 27,02 persen secara tahunan, pergerakan harga saham AADI di pasar modal terpantau masih tetap menguat.