Rupiah tembus 17.800 per dolar AS, Purbaya jamin APBN masih aman

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah yang sempat menembus level Rp 17.800 per dolar AS tidak mengharuskan pemerintah untuk menghitung ulang atau merombak Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Menurutnya, kerangka fiskal saat ini masih memiliki ketahanan yang cukup untuk menghadapi fluktuasi mata uang tersebut.

Advertisements

Purbaya menjelaskan bahwa Kementerian Keuangan sebelumnya telah melakukan simulasi mendalam terhadap berbagai skenario ekonomi makro. Perhitungan tersebut mencakup prediksi risiko jika harga minyak mentah global melonjak hingga level US$ 100 per barel. Dalam simulasi tersebut, dampak terhadap pergerakan nilai tukar rupiah sudah ikut diperhitungkan secara matang.

“Kami sudah menghitungnya. Pada saat simulasi harga minyak global mencapai 100 dolar per barel, asumsi rupiah juga sudah kami perhitungkan. Jadi tidak ada masalah, saya tidak harus menghitung ulang APBN,” ujar Purbaya saat ditemui di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Jakarta, pada Rabu (27/5).

Di samping ketahanan anggaran, Purbaya juga melihat kondisi pasar obligasi nasional masih relatif terkendali meskipun rupiah tengah berada di bawah tekanan. Hal ini tidak terlepas dari strategi pemerintah yang secara proaktif melakukan langkah stabilisasi melalui pembelian kembali atau buyback obligasi agar imbal hasil (yield) tetap terjaga di level yang aman.

Advertisements

Baca juga:

  • Emiten Boy Thohir (AADI) Tebar Dividen Jumbo Rp 3,56 Triliun, Cek Tanggalnya
  • Komdigi: Setengah Anak Indonesia Terpapar Konten Seksual di Medsos
  • Pemerintah Didesak Percepat Bentuk Badan Pelindungan Data Pribadi

Ia menambahkan bahwa intervensi yang dilakukan oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perbendaharaan sangat efektif. Walaupun nilai tukar rupiah melemah, tingkat imbal hasil obligasi justru menunjukkan tren penurunan berkat aksi pembelian terukur tersebut, sehingga volatilitas pasar tetap dapat diredam.

Stabilitas pasar obligasi dipandang sebagai faktor krusial untuk mempertahankan minat investor asing terhadap aset-aset domestik. Purbaya optimis bahwa selama kondisi pasar surat utang terjaga, kemampuan dan kepercayaan investor asing untuk menanamkan modal akan tetap stabil. Bahkan, pemerintah mulai melihat tanda-tanda kembalinya aliran modal asing masuk ke pasar obligasi Indonesia.

Pemerintah juga tidak tinggal diam dan sedang menyiapkan langkah-langkah strategis lanjutan untuk memperkuat otot rupiah. Purbaya mengungkapkan bahwa ke depan akan ada tindakan nyata dari pemerintah yang diharapkan mampu mendorong penguatan nilai tukar rupiah secara signifikan.

Meskipun terjadi pelemahan, Purbaya menegaskan bahwa kondisi nilai tukar saat ini tidak sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia yang masih sangat solid. Secara teoretis, pelemahan mata uang yang tajam biasanya dipicu oleh gangguan fundamental, namun kondisi ekonomi nasional saat ini justru dinilai tetap berada pada jalur yang benar.

Berdasarkan data pasar, nilai tukar rupiah tercatat mengalami koreksi sebesar 0,20 persen hingga menyentuh angka Rp 17.830 per dolar AS. Sebagai informasi, asumsi makro untuk nilai tukar rupiah yang ditetapkan dalam APBN 2026 dipatok pada level Rp 16.500 per dolar AS.

Ringkasan

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa APBN tetap aman meskipun nilai tukar rupiah sempat melemah hingga menembus level Rp 17.800 per dolar AS. Pemerintah tidak perlu merombak anggaran karena simulasi risiko ekonomi makro, termasuk kenaikan harga minyak global, telah memperhitungkan fluktuasi mata uang tersebut secara matang. Purbaya menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini masih sangat solid dan berada pada jalur yang benar.

Stabilitas pasar obligasi juga tetap terkendali berkat langkah proaktif pemerintah melakukan aksi beli kembali atau buyback untuk menjaga tingkat imbal hasil tetap aman. Intervensi tersebut efektif meredam volatilitas pasar dan mulai menarik kembali aliran modal masuk dari investor asing ke aset domestik. Selain itu, pemerintah tengah menyiapkan langkah strategis lanjutan yang diharapkan mampu memperkuat kembali nilai tukar rupiah secara signifikan.

Advertisements