Wajah Donald Trump Diisukan Bakal Muncul di Uang Kertas US$ 250

Wajah Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpeluang besar menghiasi uang kertas pecahan baru senilai US$ 250. Rencana ini digulirkan sebagai bagian dari perayaan bersejarah hari ulang tahun ke-250 Amerika Serikat yang akan jatuh pada tahun 2026. Saat ini, pecahan nominal US$ 250 memang belum tersedia dalam sirkulasi resmi mata uang dolar AS.

Advertisements

Jika Departemen Keuangan AS resmi melanjutkan rencana tersebut, langkah ini akan mencatatkan sejarah baru. Ini akan menjadi momen pertama kalinya wajah seseorang yang masih hidup diabadikan pada uang kertas dolar AS sejak tahun 1866.

Perlu diketahui, terdapat regulasi bernama Amandemen Thayer yang disahkan pada tahun 1866. Aturan tersebut melarang penggunaan gambar tokoh yang masih hidup pada mata uang resmi, obligasi, maupun berbagai instrumen uang kertas AS lainnya. Meski demikian, pemerintah saat ini tengah mempersiapkan segala kemungkinan, termasuk menantikan pengesahan undang-undang dari Kongres yang memberikan pengecualian agar wajah Trump dapat dicetak pada mata uang tersebut.

Menteri Keuangan Scott Bessent menegaskan bahwa keputusan akhir sepenuhnya berada di tangan legislatif. Dalam konferensi pers di Gedung Putih, Kamis (28/5), Bessent menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai persiapan awal, namun tetap akan mematuhi koridor hukum yang berlaku. Ia juga menambahkan bahwa tidak ada hal yang dianggap tidak pantas jika seorang presiden yang menjabat selama perayaan 250 tahun negara tersebut muncul pada uang kertas peringatan.

Advertisements

Di sisi lain, Departemen Keuangan mengonfirmasi bahwa mereka tengah berupaya memproduksi uang kertas peringatan US$ 250 dengan menyertakan tanda tangan Donald Trump. Juru bicara Departemen Keuangan menjelaskan kepada The New York Post bahwa langkah ini merupakan respons atas rancangan undang-undang yang diajukan oleh anggota DPR, Joe Wilson. Pihak Biro Percetakan dan Pengukiran (BEP) pun telah melakukan perencanaan serta uji tuntas sebagai persiapan jika mandat legislatif tersebut resmi disahkan.

Usulan terkait pencetakan uang dengan potret Trump sebenarnya telah diinisiasi oleh anggota DPR dari Partai Republik, Joe Wilson asal Carolina Selatan, sejak tahun lalu. Meski rancangan undang-undang tersebut belum dibahas lebih lanjut di tingkat parlemen, isu ini kembali menguat setelah laporan dari The Washington Post menyebutkan bahwa dua pejabat politik yang ditunjuk Trump mulai mendesak pembuatan draf uang kertas baru tersebut, termasuk desain gambar presiden.

Upaya memperluas simbol dan identitas Trump di berbagai ruang publik federal pun semakin terlihat jelas. Selain rencana pada mata uang, nama Trump juga telah disematkan pada berbagai inisiatif kebijakan seperti Trump Accounts, serta muncul pada penamaan institusi seperti Kennedy Center for the Performing Arts dan US Institute of Peace. Bahkan, wajahnya sempat terpampang pada spanduk di atas gedung Departemen Kehakiman, menandai semakin kuatnya pengaruh narasi identitas presiden dalam berbagai aspek pemerintahan saat ini.

Ringkasan

Pemerintah Amerika Serikat tengah mempertimbangkan penerbitan uang kertas edisi khusus pecahan US$ 250 untuk merayakan hari ulang tahun ke-250 negara tersebut pada tahun 2026. Inisiatif yang diusulkan oleh anggota DPR Joe Wilson ini bertujuan menampilkan potret Donald Trump pada mata uang tersebut. Jika terealisasi, langkah ini akan mencatatkan sejarah karena menjadi pengecualian terhadap aturan Amandemen Thayer tahun 1866 yang melarang penggunaan wajah tokoh yang masih hidup pada instrumen uang kertas AS.

Departemen Keuangan AS saat ini sedang melakukan persiapan teknis dan uji tuntas sembari menunggu pengesahan undang-undang dari Kongres terkait pengecualian regulasi tersebut. Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan legislatif, namun pemerintah telah melakukan perencanaan awal sebagai bagian dari perayaan besar tersebut. Rencana ini juga dipandang sebagai upaya penguatan narasi dan identitas presiden dalam berbagai aspek ruang publik federal.

Advertisements