Jokowi Disebut Tak Terima Undangan Resmi Upacara Hari Lahir Pancasila

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), terpantau tidak menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan di Gedung Pancasila, Kompleks Kementerian Luar Negeri, Jakarta, pada Senin (1/6). Ketidakhadiran mantan kepala negara tersebut memicu perhatian publik di tengah khidmatnya rangkaian upacara kenegaraan.

Advertisements

Menanggapi absennya Jokowi, ajudan pribadi beliau, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah, memberikan klarifikasi. Menurut Syarif, ketidakhadiran tersebut dikarenakan pihak Jokowi belum menerima undangan resmi hingga waktu pelaksanaan acara dimulai.

“Sampai Senin pagi, pihak Bapak (Jokowi) belum menerima undangan untuk menghadiri upacara tersebut, baik dalam bentuk surat resmi maupun komunikasi lainnya. Oleh karena itu, Bapak tidak menghadiri kegiatan tersebut,” jelas Syarif melalui keterangan tertulis kepada awak media, Senin (1/6).

Sementara itu, upacara bendera peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini berlangsung dengan kehadiran sejumlah tokoh penting negara. Presiden Prabowo Subianto bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus menyampaikan amanat penting terkait arah pembangunan bangsa. Selain itu, tampak hadir Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri, yang hadir dalam kapasitasnya sebagai Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Advertisements

Baca juga:

  • Prabowo – Megawati Akrab hingga Bergandengan Tangan di Peringatan Hari Pancasila
  • Prabowo Akui Hasil Pertumbuhan Ekonomi Belum Dirasakan Merata oleh Rakyat
  • Peringati Hari Pancasila, Prabowo Soroti Transformasi Pengelolaan Kekayaan SDA

Jajaran tokoh nasional lainnya yang turut hadir dalam upacara tersebut meliputi Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI Jusuf Kalla, serta Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin. Prosesi ini juga diikuti oleh jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan lembaga tinggi negara seperti TNI, Polri, Kejaksaan Agung, serta Mahkamah Konstitusi.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo Subianto menekankan pentingnya memaknai ekonomi Pancasila sebagai fondasi pembangunan nasional yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat. Menurut Prabowo, ekonomi Pancasila tidak sekadar mengejar capaian angka statistik atau pertumbuhan semata, melainkan harus berpijak pada nilai-nilai religius, kemanusiaan, persatuan nasional, kerakyatan, serta keadilan sosial.

Presiden juga menyoroti pentingnya pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana demi keberlangsungan generasi mendatang. “Pembangunan ekonomi harus menghasilkan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Prabowo di hadapan para tamu undangan yang hadir.

Ringkasan

Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, tidak menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila yang diselenggarakan di Gedung Pancasila pada Senin (1/6). Ajudan pribadi Jokowi, AKBP Syarif Muhammad Fitriansyah, mengonfirmasi bahwa ketidakhadiran tersebut disebabkan karena pihak Jokowi tidak menerima undangan resmi hingga waktu pelaksanaan acara dimulai.

Upacara peringatan tersebut dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara dan dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, termasuk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri. Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menekankan pentingnya penerapan ekonomi Pancasila sebagai fondasi pembangunan nasional yang berorientasi pada keadilan sosial dan kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Advertisements