IHSG Melesat 1,11%, Saham DSSA, BREN, dan Big Banks Jadi Motor Penggerak

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan hari Selasa (2/6/2026) di zona hijau dengan penguatan sebesar 1,11% atau 68,04 poin ke level 6.195,42. Pergerakan positif ini didorong oleh aksi beli investor pada sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps).

Advertisements

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), indeks sempat membuka perdagangan di level 6.210 dan menyentuh level tertinggi di posisi 6.264,26. Hingga penutupan pasar, tercatat sebanyak 281 saham mengalami kenaikan, sementara 389 saham terkoreksi dan 147 saham lainnya stagnan. Total kapitalisasi pasar tercatat mencapai Rp10.918,65 triliun.

Dominasi Saham Big Caps dan Sektor Perbankan

Sentimen positif IHSG hari ini tak lepas dari kenaikan tajam pada saham-saham berkapitalisasi besar. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 25% ke posisi Rp615 per saham, diikuti oleh PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) yang melesat 24,85% menjadi Rp4.120. Performa impresif juga ditunjukkan oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) yang menguat 17,88% ke Rp3.890 serta PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) yang naik 6,44% ke level Rp1.900.

Advertisements

Sektor perbankan juga turut memberikan kontribusi besar dengan kenaikan harga saham yang cukup kompak. Emiten perbankan besar seperti PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) terapresiasi 3,05%, disusul PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar 2,21%, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) sebesar 2,19%, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) yang naik 1,62%.

Dinamika Saham Top Gainers dan Sektor Pendukung

Selain jajaran big caps, investor juga mencermati pergerakan top gainers hari ini yang didominasi oleh PT Jobubu Jarum Minahasa Tbk. (BEER) dengan kenaikan 34,94% ke level Rp112, serta PT Nusantara Almazia Tbk. (NZIA) yang tumbuh 34,85% menjadi Rp178 per saham.

Secara sektoral, penguatan IHSG ditopang kuat oleh sektor energi dan sektor bahan baku yang mencatatkan pertumbuhan tertinggi sepanjang sesi pertama. Berdasarkan analisis Mirae Asset Sekuritas, performa IHSG yang mampu mempertahankan momentum positif sejak awal perdagangan ini dipengaruhi oleh lonjakan tajam pada saham-saham berkapitalisasi besar seperti DSSA, CUAN, dan BREN.

Kondisi pasar modal domestik ini tercatat bergerak cukup kontras dengan mayoritas bursa utama di Asia yang cenderung melemah. Namun, pasar saham Hong Kong tercatat menjadi pengecualian dengan penguatan lebih dari 1% di tengah pergerakan indeks regional lainnya.

Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak atau merekomendasikan pembelian maupun penjualan saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi tersebut.

Ringkasan

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat sebesar 1,11% ke level 6.195,42 pada perdagangan Selasa (2/6/2026). Kenaikan ini didorong oleh aksi beli investor terhadap saham-saham berkapitalisasi besar, termasuk DSSA, BREN, AMMN, dan TPIA yang mencatatkan pertumbuhan signifikan.

Selain sektor energi dan bahan baku, saham-saham perbankan besar seperti BBRI, BMRI, BBCA, dan BBNI turut memberikan kontribusi positif terhadap performa indeks. Meskipun mayoritas bursa utama di Asia cenderung melemah, IHSG berhasil mempertahankan momentum penguatannya hingga akhir sesi perdagangan.

Advertisements