
Perusahaan antariksa milik Elon Musk, SpaceX, dikabarkan tengah membidik dana segar hingga USD 75 miliar atau setara dengan Rp 1.342,5 triliun (kurs Rp 17.900 per USD) melalui proses Initial Public Offering (IPO). Langkah korporasi ini direncanakan dengan melepas 555,6 juta lembar saham ke publik.
Merujuk pada laporan Bloomberg yang dirilis Rabu (3/6), harga per saham SpaceX diperkirakan akan dipatok di angka USD 135 atau sekitar Rp 2.416.500 per lembar. Jika target perolehan dana ini terealisasi, IPO SpaceX berpotensi mencatatkan sejarah baru sebagai penawaran saham perdana terbesar di dunia, melampaui rekor Saudi Aramco sebesar USD 29,4 miliar pada tahun 2019.
Meski hingga saat ini pihak SpaceX belum memberikan pernyataan resmi, laporan menyebutkan bahwa rincian penawaran saham tersebut akan segera diumumkan paling cepat pada Rabu (3/6) waktu perdagangan Amerika Serikat. Proses pemasaran resmi dijadwalkan akan dimulai keesokan harinya, yakni pada 4 Juni.

Antusiasme pasar terhadap IPO SpaceX tergolong sangat tinggi, menjadikannya salah satu agenda pencatatan saham paling dinanti secara global. Keputusan perusahaan untuk melantai di bursa terbilang cukup agresif, mengingat SpaceX baru mengajukan dokumen pendaftaran secara rahasia pada Maret lalu sebelum akhirnya mengungkapkan rencana besar tersebut ke publik bulan lalu.
Perusahaan yang memiliki nama resmi Space Exploration Technologies Corp. ini berencana untuk mencatatkan sahamnya di bursa Nasdaq dan Nasdaq Texas dengan kode emiten SPCX. Melalui langkah strategis ini, SpaceX diproyeksikan akan mencapai valuasi perusahaan hingga USD 1,8 triliun atau sekitar Rp 32.220 triliun.
Untuk mengawal proses IPO berskala masif ini, SpaceX telah menunjuk jajaran bank investasi terkemuka, di antaranya Goldman Sachs Group Inc., Morgan Stanley, Bank of America Corp., Citigroup Inc., dan JPMorgan Chase & Co., yang akan didukung oleh 18 bank investasi lainnya.
Fenomena IPO di sektor teknologi tampaknya sedang bergairah. Selain SpaceX, perusahaan besar di bidang kecerdasan buatan (AI) seperti OpenAI dan Anthropic PBC juga dilaporkan tengah mempersiapkan diri untuk melantai di bursa. Tren serupa juga diikuti oleh Alphabet Inc., yang telah mengumumkan rencana IPO untuk lini bisnis large language model (LLM) dan infrastruktur AI mereka dengan target perolehan dana sebesar USD 80 miliar.
Ringkasan
SpaceX dikabarkan berencana melakukan penawaran saham perdana (IPO) dengan target perolehan dana mencapai USD 75 miliar. Perusahaan antariksa milik Elon Musk ini berencana melepas 555,6 juta lembar saham dengan harga perkiraan USD 135 per lembar di bursa Nasdaq dan Nasdaq Texas. Jika terealisasi, aksi korporasi ini berpotensi memecahkan rekor sebagai IPO terbesar di dunia.
Untuk melancarkan proses tersebut, SpaceX telah menggandeng sejumlah bank investasi besar seperti Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan JPMorgan Chase. Rencana ini menempatkan SpaceX pada valuasi perusahaan yang diproyeksikan mencapai USD 1,8 triliun. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari tren kebangkitan IPO di sektor teknologi yang juga diikuti oleh perusahaan besar lainnya seperti OpenAI dan unit bisnis AI dari Alphabet.