
PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) resmi melepas seluruh kepemilikan sahamnya pada anak usaha, PT Administrasi Medika (AdMedika). Sebanyak 452.330 lembar saham atau setara 100% kepemilikan tersebut dialihkan kepada perusahaan kesehatan asal Singapura, Global Assistance & Healthcare Singapore Pte, Ltd. (Fullerton).
Meskipun nilai transaksi tidak diungkapkan ke publik oleh kedua belah pihak, laporan keuangan Telkom hingga kuartal pertama 2026 mencatat bahwa aset AdMedika yang tersedia untuk dijual memiliki nilai bersih sebesar Rp 281 miliar. Presiden Direktur TelkomMetra, Pramasaleh Haryo Utomo, memastikan bahwa proses divestasi ini telah mematuhi seluruh regulasi yang berlaku. Valuasi transaksi tersebut pun telah ditentukan oleh Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dengan nilai yang kompetitif dan sebanding dengan aksi korporasi serupa di pasar.
Pramasaleh menegaskan bahwa Telkom tetap memperoleh nilai tambah dari pelepasan aset ini. Dana hasil divestasi nantinya akan digunakan untuk memperkuat pengelolaan portofolio investasi Telkom Group. Saat ini, melalui TelkomMetra, Telkom mengelola sekitar 15 investasi langsung serta 60 investasi lainnya melalui anak usaha di bidang modal ventura.
Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (3/6), Pramasaleh menjelaskan bahwa langkah strategis ini bertujuan untuk mengoptimalkan investasi yang mendukung bisnis inti Telkom. Keputusan ini juga sejalan dengan arahan PT Danantara Asset Management (Persero) terkait program penataan dan penyederhanaan struktur anak usaha BUMN. Transformasi Telkom saat ini difokuskan pada empat pilar utama: digital infrastructure, integrated B2C service, B2B ICT service, dan bisnis internasional.
Operasional AdMedika Pascaakuisisi
Setelah proses akuisisi rampung, CEO AdMedika Group, Dian Prambini, menegaskan bahwa AdMedika dan TelkoMedika akan terus beroperasi dengan merek dan manajemen yang ada saat ini. Langkah ini diambil untuk menjaga kepercayaan pasien, klien, dan mitra bisnis yang telah terjalin. Dian juga memastikan bahwa perubahan kepemilikan ini tidak memengaruhi posisi karyawan, yang justru kini memiliki peluang pengembangan karier lebih luas di jaringan Fullerton Health.
AdMedika saat ini memiliki rekam jejak yang solid dengan melayani lebih dari 323 klien dan 4,1 juta anggota TPA & ASO. Layanan mereka didukung oleh lebih dari 9.200 fasilitas kesehatan nasional, 40.000 penyedia layanan assistance, serta integrasi dengan lebih dari 450 sistem informasi rumah sakit. Seluruh data kesehatan dan klaim di Indonesia pun dipastikan tetap dikelola di dalam negeri sesuai dengan standar perlindungan data dan kepatuhan regulasi yang ketat.
Bergabungnya AdMedika ke dalam ekosistem Fullerton Health dinilai sebagai langkah strategis untuk memperkuat layanan kesehatan terintegrasi di Indonesia. Hal ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan bagi pasien dan klien di seluruh negeri melalui kolaborasi yang lebih luas.
Senada dengan hal tersebut, Group Chief Executive Officer dan Executive Director Fullerton Health, Ho Kuen Loon, menyebut akuisisi ini sebagai bagian dari strategi jangka panjang perusahaan untuk memperkuat bisnis di Indonesia. Dengan jangkauan global yang mencakup hampir 600 fasilitas kesehatan dan melayani lebih dari 8 juta peserta di tujuh negara, Fullerton Health berupaya mengintegrasikan kapabilitas operasional AdMedika ke dalam jaringan regional mereka.
Ke depannya, sinergi ini diharapkan dapat mempercepat pertumbuhan bisnis, baik di pasar utama seperti Singapura dan Filipina, maupun dalam mendukung layanan kesehatan lintas negara di Indonesia. “Sekaligus memanfaatkan kapabilitas regional Grup yang sudah kuat untuk lebih mendukung kebutuhan layanan kesehatan Indonesia yang terus berkembang,” ujar Loon.
Ringkasan
PT Telkom Indonesia Tbk telah resmi mengalihkan seluruh kepemilikan sahamnya di PT Administrasi Medika (AdMedika) kepada perusahaan kesehatan asal Singapura, Fullerton. Divestasi ini merupakan bagian dari upaya Telkom untuk melakukan penataan struktur anak usaha BUMN serta memperkuat portofolio investasi pada bisnis inti perusahaan. Dana hasil penjualan aset tersebut akan digunakan Telkom untuk mendukung fokus transformasi pada sektor infrastruktur digital, layanan B2B ICT, serta integrasi layanan B2C.
Pascaakuisisi, operasional AdMedika dipastikan tetap berjalan dengan manajemen yang ada guna menjaga kepercayaan klien dan mitra bisnis. Pihak perusahaan menegaskan bahwa perubahan kepemilikan ini tidak akan memengaruhi posisi karyawan, bahkan memberikan peluang pengembangan karier yang lebih luas di jaringan Fullerton Health. Seluruh data kesehatan dan klaim pelanggan pun akan tetap dikelola di Indonesia sesuai dengan standar perlindungan data dan regulasi nasional yang berlaku.