PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR), emiten produsen bus listrik yang merupakan bagian dari Grup Bakrie, menunjukkan optimisme kuat terhadap peningkatan kinerja keuangannya pada kuartal ketiga dan keempat tahun ini. Proyeksi positif ini muncul setelah perseroan melaporkan adanya penurunan laba bersih pada semester pertama 2025, sebuah kondisi yang diharapkan dapat terbalik di paruh kedua tahun ini.
Direktur VKTR, Achmad Amri Aswono Putri, secara terbuka mengakui adanya koreksi laba bersih sebesar Rp 10,38 miliar secara tahunan. Penurunan ini menyebabkan laba bersih perseroan di semester I 2025 tercatat Rp 4,73 miliar, anjlok 68,69% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 15,11 miliar. Kondisi ini terutama dipicu oleh rendahnya realisasi penjualan bus listrik di awal tahun.
Meskipun demikian, Amri menyatakan bahwa prospek semester kedua jauh lebih cerah. Peningkatan revenue dan laba diprediksi akan terjadi secara signifikan lantaran sebagian besar jadwal produksi dan pengiriman produk VKTR memang terkonsentrasi pada periode tersebut. “Revenue akan meningkat cukup signifikan pada semester kedua, demikian juga dengan laba yang bisa kita catatkan,” ujar Amri dalam paparan publik virtual VKTR, seperti dikutip Sabtu (4/10).
Optimisme ini tidak lepas dari keberhasilan VKTR dalam mengamankan tender baru dari TransJakarta sepanjang semester pertama 2025. Tender tersebut meliputi 80 unit bus listrik berjenis Completely Knocked Down (CKD) dengan panjang 12 meter, yang dijadwalkan untuk dikirim pada kuartal keempat. Dengan tambahan ini, total pasokan bus listrik VKTR kepada TransJakarta akan mencapai 152 unit. Penting untuk dicatat, bus CKD ini telah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sebesar 40%, menegaskan komitmen perseroan terhadap produksi lokal.
Selain tender besar tersebut, VKTR juga telah menyelesaikan pesanan forklift listrik untuk pelanggan swasta serta bus listrik 12 meter lainnya untuk operator TransJakarta. Hingga Juni 2025, tercatat 85 unit bus listrik milik VKTR telah beroperasi, menempuh jarak kumulatif lebih dari 10,9 juta kilometer selama 39 bulan, sebuah bukti nyata keandalan produknya. Kemampuan produksi perseroan juga meningkat pesat dengan rampungnya pembangunan pabrik perakitan kendaraan listrik komersial berbasis CKD di Magelang pada awal 2025. Pabrik ini merupakan fasilitas perakitan CKD pertama di Indonesia dengan kapasitas produksi mencapai 3.000 unit bus dan truk per tahun, menandai langkah strategis dalam pengembangan industri kendaraan listrik nasional.
Ke depan, perusahaan akan berfokus pada pengembangan fasilitas CKD, peningkatan kapasitas produksi, inovasi teknologi, serta penguatan kompetensi sumber daya manusia. Terkait kebijakan dividen, manajemen memproyeksikan belum akan membagikan dividen untuk tahun buku 2025. Amri menjelaskan bahwa kebutuhan modal kerja masih menjadi prioritas utama untuk menjaga momentum pertumbuhan bisnis. Meski begitu, keputusan final mengenai dividen tetap berada di tangan pemegang saham.
Secara lebih rinci, berdasarkan laporan keuangan, pada semester I 2025, pendapatan perseroan naik tipis menjadi Rp 414,03 miliar dari Rp 408 miliar secara tahunan. Namun, peningkatan ini dibarengi dengan kenaikan beban pokok penjualan dari Rp 326,02 miliar menjadi Rp 334,90 miliar. Pendapatan tersebut didominasi oleh segmen perdagangan komponen suku cadang sebesar Rp 410,78 miliar, sementara penjualan kendaraan listrik berbasis baterai berkontribusi Rp 6,11 miliar. Setelah dikurangi retur dan diskon penjualan Rp 2,85 miliar, VKTR berhasil mencatatkan pendapatan bersih sebesar Rp 414,03 miliar.
Ringkasan
PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) optimis akan meningkatkan kinerja keuangan pada kuartal ketiga dan keempat tahun 2025. Optimisme ini muncul setelah penurunan laba bersih di semester pertama, yang disebabkan oleh rendahnya penjualan bus listrik. Peningkatan diharapkan karena sebagian besar produksi dan pengiriman terkonsentrasi di semester kedua.
Faktor pendorongnya adalah keberhasilan mendapatkan tender baru dari TransJakarta untuk 80 unit bus listrik CKD yang akan dikirim pada kuartal keempat. VKTR juga telah menyelesaikan pesanan forklift listrik dan bus listrik lainnya. Perusahaan juga telah menyelesaikan pembangunan pabrik perakitan CKD di Magelang dengan kapasitas 3.000 unit per tahun.