
Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani, secara terbuka menyambut baik potensi bergabungnya Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, ke dalam barisan partai berlambang Garuda tersebut. Muzani menegaskan bahwa Partai Gerindra senantiasa membuka pintu lebar bagi siapa saja yang bertekad untuk berjuang bersama, tanpa memandang latar belakang.
“Pada prinsipnya Partai Gerindra itu partai terbuka. Partai yang menerima keanggotaan dari mana saja,” ujar Muzani saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Selasa (4/11).
Menurut Muzani, Partai Gerindra tidak mempersoalkan riwayat atau latar belakang politik seseorang. Kriteria utama hanya terletak pada pemenuhan syarat administratif keanggotaan partai. “Kami bisa menerima siapa saja, dari mana saja, apalagi seorang Budi Arie yang saya kira kita semua sudah tahu kiprahnya,” tambahnya, menggarisbawahi pengakuan publik terhadap sosok Budi Arie Setiadi.
Meski demikian, Muzani mengaku belum sempat bertemu langsung dengan Budi Arie. Ia juga belum berkesempatan menemui Ketua Umum Partai Gerindra, Presiden Prabowo Subianto, sejak isu ketertarikan Budi Arie untuk bergabung dengan Partai Gerindra mencuat ke permukaan.
Isu ini bukanlah hal baru. Sebelumnya, Budi Arie sendiri telah beberapa kali mengisyaratkan niatnya untuk berlabuh ke Partai Gerindra. Salah satu indikator kuat adalah perubahan signifikan pada logo Projo yang kini tidak lagi menampilkan siluet Presiden Indonesia ketujuh, Joko Widodo (Jokowi). Selain itu, Budi Arie juga secara tegas membantah bahwa Projo merupakan singkatan dari ‘Pro Jokowi’, menandakan adanya pergeseran orientasi politik yang jelas.
Dalam kesempatan Kongres III Projo di Jakarta, Sabtu (1/11) lalu, Budi Arie menyampaikan harapannya agar para relawan Projo dapat memahami jika suatu saat ia memutuskan untuk bergabung dengan partai politik tertentu. Kala itu, ia belum merinci nama partai yang dimaksud, namun memberikan petunjuk kuat. “Mohon izin jika suatu saat saya berpartai, teman-teman Projo bisa memahaminya. Tidak usah ditanya lagi partainya apa. Karena apa? Saya mungkin satu-satunya orang yang diminta oleh Presiden langsung di suatu forum,” tuturnya, memicu spekulasi publik.
Menteri Koperasi Budi Arie (Katadata/Ajeng Dwita Ayuningtyas)
Tak lama setelah acara tersebut, ketika ditemui media, Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Budi Arie, tanpa ragu, secara gamblang menyatakan bahwa Partai Gerindra-lah yang menjadi pilihannya. “Iyalah, pasti Gerindra. Nanti kita tunggu dinamika di kongres ketiga ini,” ujarnya, menegaskan langkah politik yang akan diambilnya.
Di hadapan ratusan relawan yang hadir pada pembukaan Kongres III Projo, Budi Arie juga menyerukan untuk memperkuat partai politik yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai Ketua Umum Partai Gerindra, demi mendukung seluruh agenda politiknya. “Kita berharap bisa memperkuat agenda politik Prabowo agar kepemimpinannya lebih kuat, lebih solid,” tegas Budi Arie dalam pidatonya.
Menurutnya, Projo telah menjadi pelopor pendukung Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Oleh karena itu, Projo berkomitmen penuh untuk terus mendukung dan memperkuat pemerintahan Prabowo-Gibran demi keberlanjutan agenda pembangunan nasional.
Ringkasan
Ketua Dewan Kehormatan Partai Gerindra, Ahmad Muzani, menyatakan bahwa partainya terbuka bagi siapa saja yang ingin berjuang bersama, termasuk Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi. Muzani menekankan bahwa Gerindra tidak mempermasalahkan latar belakang politik seseorang, asalkan memenuhi syarat administratif keanggotaan.
Budi Arie sendiri telah mengisyaratkan niatnya untuk bergabung dengan Partai Gerindra, bahkan secara gamblang menyatakan bahwa Gerindra adalah pilihannya. Ia juga menyerukan agar relawan Projo memperkuat partai yang dipimpin Prabowo Subianto untuk mendukung agenda politiknya, menegaskan komitmen Projo untuk mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.