Raja Yordania, Abdullah II ibn Al Hussein, menyampaikan belasungkawa mendalam atas tragedi ledakan yang mengguncang SMAN 72 Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada Jumat, 11 November lalu. Ungkapan duka ini disampaikan saat pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat (14/11).
“Kami, atas nama negara Yordania, mengutuk keras serangan mengerikan yang menargetkan sekolah menengah Anda,” tegas Raja Abdullah II. Kecaman keras terhadap insiden di lingkungan sekolah tersebut menunjukkan solidaritas dan dukungan penuh Yordania kepada Indonesia. “Kami mengutuk tindakan ini dan, seperti yang Anda ketahui, Yordania akan selalu mendukung Anda dalam segala hal,” lanjutnya.
Presiden Prabowo Subianto menyambut baik dukungan tersebut, sembari menekankan eratnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Yordania. Prabowo menyebutkan bahwa kedua negara telah menjalin kemitraan yang kokoh selama 74 tahun, terhitung sejak Oktober 1951.
“Di sisi lain, seperti yang Anda ketahui, saya memiliki ikatan emosional yang kuat dengan Yordania,” ungkap Prabowo, menunjukkan kedekatan personalnya dengan negara tersebut.
Baca juga:
* Prabowo Terima Penghargaan Tertinggi dari Raja Yordania
* Prabowo Terima Kunjungan Raja Yordania Abdullah II di Istana
* Raja Yordania dan Presiden Brasil Puji Pidato Prabowo di Sidang PBB
Sementara itu, terkait investigasi ledakan di SMAN 72, Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, mengungkapkan bahwa terduga pelaku dikenal sebagai pribadi yang tertutup. Lebih lanjut, terduga pelaku dikategorikan sebagai anak berkonflik dengan hukum (ABH).
“Berdasarkan keterangan yang kami himpun, ABH yang terlibat dalam kasus ledakan ini dikenal sebagai pribadi yang tertutup, jarang bergaul, serta memiliki ketertarikan pada konten kekerasan dan hal-hal ekstrem,” jelas Asep dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (11/11).
Hasil penyelidikan awal menunjukkan bahwa ABH tersebut adalah siswa SMA aktif yang bertindak sendiri dan tidak terkait dengan jaringan teroris manapun. Kepolisian mencatat, total korban ledakan di SMAN 72 Jakarta mencapai 96 orang, dengan rincian 67 orang mengalami luka ringan, 26 luka sedang, dan tiga luka berat.
Ringkasan
Raja Yordania, Abdullah II, menyampaikan belasungkawa dan mengutuk keras ledakan di SMAN 72 Kelapa Gading dalam pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto. Raja Abdullah II menegaskan solidaritas Yordania dan dukungannya kepada Indonesia atas insiden tersebut. Presiden Prabowo menyambut baik dukungan ini dan menekankan hubungan erat kedua negara yang telah terjalin selama 74 tahun.
Kapolda Metro Jaya menyatakan bahwa terduga pelaku ledakan, yang merupakan anak berkonflik dengan hukum (ABH), dikenal sebagai pribadi tertutup dan memiliki ketertarikan pada konten kekerasan. Penyelidikan awal menunjukkan pelaku bertindak sendiri dan tidak terkait jaringan teroris. Akibat ledakan tersebut, total 96 orang menjadi korban, dengan mayoritas mengalami luka ringan dan sedang.