
Kepanikan melanda warga Lubuk Basung, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, saat gempa bumi bermagnitudo 4,6 mengguncang wilayah tersebut pada Minggu pagi, tepatnya pukul 09.11.34 WIB. Getaran yang cukup kuat ini sontak membuat banyak penduduk berhamburan keluar rumah mencari keselamatan, menunjukkan reaksi cepat masyarakat terhadap ancaman gempa.
Menurut data geologi, gempa bumi pertama berkekuatan 4,6 M tersebut berpusat di kedalaman 10 kilometer. Tak berselang lama, hanya empat menit kemudian, kekhawatiran warga semakin memuncak dengan terjadinya gempa susulan yang bahkan lebih kuat, yakni bermagnitudo 4,7, pada pukul 09.15.46 WIB. Dua guncangan beruntun ini meninggalkan dampak psikologis yang mendalam bagi masyarakat di Lubuk Basung dan sekitarnya.
Afrida, seorang warga Lubuk Basung, menceritakan kepanikannya dan keluarganya saat merasakan guncangan pertama. “Kami sekeluarga panik keluar rumah saat gempa terjadi,” ujarnya pada Minggu (28/12). Pengalaman serupa juga dialami oleh para tetangganya, yang terlihat berhamburan keluar dari kediaman masing-masing, menciptakan suasana cemas di seluruh lingkungan.
Afrida mengungkapkan, pada guncangan pertama, ia dan keluarganya sempat mencoba bertahan di dalam rumah sambil menonton televisi. Namun, suasana berubah drastis ketika gempa susulan datang dengan kekuatan yang terasa jauh lebih besar. “Saya dan keluarga langsung keluar dari rumah, karena khawatir rumah ambruk,” tutur Afrida, menggambarkan kekhawatiran akan potensi kerusakan parah pada bangunan tempat tinggal mereka.
Menanggapi kejadian ini, Abdul Ghafur, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan, rumah, atau infrastruktur lain akibat dua kali guncangan gempa bumi tersebut. Informasi ini memberikan sedikit kelegaan di tengah kekhawatiran warga akan dampak fisik yang mungkin ditimbulkan.
Meskipun demikian, BPBD Agam tidak tinggal diam dan terus bergerak aktif. Tim dari BPBD setempat kini tengah berkoordinasi dengan pemerintah nagari untuk melakukan pendataan menyeluruh terkait potensi kerusakan yang mungkin terjadi di berbagai wilayah terdampak. “Tidak ada laporan kerusakan bangunan dan kita masih melakukan pendataan,” tegas Abdul Ghafur, memastikan bahwa proses identifikasi dan verifikasi dampak gempa bumi terus berjalan untuk memastikan keselamatan dan penanganan yang cepat jika dibutuhkan.