Ancaman Trump ke Oman Soal Kendali Selat Hormuz Memanas

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman keras terhadap Oman terkait potensi kerja sama keamanan di Selat Hormuz. Trump menegaskan bahwa pihaknya tidak segan menggunakan kekuatan militer jika Oman berkolaborasi dengan Iran dalam mengendalikan jalur perdagangan vital tersebut.

Advertisements

Pernyataan tersebut disampaikan Trump saat merespons pertanyaan wartawan mengenai wacana keterlibatan Iran dan Oman dalam pengawasan lalu lintas di Selat Hormuz. Dalam rapat kabinet yang berlangsung pada Rabu (27/5) atau Kamis (28/5) waktu setempat, Trump menegaskan posisi Amerika Serikat melalui kanal berita Al Jazeera.

“Tidak ada yang akan mengendalikannya. Itu perairan internasional, dan Oman akan berperilaku seperti negara lain, atau kita harus meledakkannya,” tegas Trump.

Perlu dicatat bahwa hingga saat ini, Pemerintah Oman belum memberikan pernyataan resmi mengenai rencana kerja sama dengan Iran terkait pengendalian Selat Hormuz. Oman sendiri dikenal sebagai sekutu strategis Amerika Serikat dengan hubungan diplomatik yang telah terjalin selama lebih dari dua abad.

Advertisements

Secara historis, Oman sering berperan sebagai mediator utama antara Washington dan Teheran dalam berbagai perundingan krusial. Namun, dinamika diplomasi tersebut terhenti sejak serangan yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Februari lalu.

Pernyataan kontroversial dari Trump ini segera memicu gelombang kritik. Raed Jarrar, Direktur Advokasi kelompok hak asasi manusia DAWN, mengkritik keras sikap tersebut dengan menyamakan gaya komunikasi Trump layaknya seorang bos mafia. Jarrar menekankan bahwa Piagam PBB secara tegas melarang segala bentuk ancaman kekerasan terhadap negara berdaulat, aturan yang menurutnya mengikat Amerika Serikat tanpa terkecuali.

Selain isu Selat Hormuz, Trump kembali mendesak negara-negara Arab, termasuk Arab Saudi, untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel melalui Abraham Accord. Trump menjadikan dukungan terhadap kesepakatan ini sebagai syarat mutlak dalam negosiasi gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran di masa depan.

Sebagai bentuk tekanan, Trump bahkan mengancam akan menarik diri dari meja perundingan jika negara-negara Arab tidak segera menandatangani kesepakatan tersebut. “Saya pikir mereka berutang itu kepada kita, jujur saja,” pungkasnya.

Ringkasan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman penggunaan kekuatan militer terhadap Oman jika negara tersebut bekerja sama dengan Iran dalam mengendalikan Selat Hormuz. Trump menegaskan bahwa jalur tersebut merupakan perairan internasional dan memperingatkan Oman untuk bersikap sesuai dengan standar yang ditetapkan Amerika Serikat. Meskipun dikenal sebagai sekutu strategis, hubungan Oman dengan Amerika Serikat kini tampak tegang menyusul dinamika diplomasi pascaserangan terhadap Iran.

Pernyataan tersebut memicu kritik tajam karena dinilai melanggar Piagam PBB terkait larangan ancaman kekerasan terhadap negara berdaulat. Selain isu Selat Hormuz, Trump juga mendesak negara-negara Arab untuk melakukan normalisasi hubungan dengan Israel melalui Abraham Accord sebagai syarat mutlak dalam perundingan gencatan senjata. Ia bahkan mengancam akan menarik diri dari meja perundingan jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi oleh negara-negara terkait.

Advertisements