Asing Masih Jualan Saham RI Meski IHSG Menguat, Intip Arah Penentunya Jelang Akhir Tahun

Babaumma – , JAKARTA — Pasar saham Indonesia mencatatkan kinerja impresif hingga akhir kuartal III/2025. Namun, di tengah penguatan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang mencetak rekor tertinggi, aliran dana asing justru masih menunjukkan tren keluar atau outflow yang deras.

Advertisements

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG telah menguat 16,36% sepanjang tiga bulan terakhir hingga ditutup di level 8.061,06 pada perdagangan Selasa (29/9/2025). Bahkan, indeks sempat memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) pada 24 September 2025 di level 8.126,55. Kenaikan itu turut mendongkrak kapitalisasi pasar menjadi Rp14.995 triliun.

Meski demikian, pergerakan positif tersebut belum mampu menarik arus dana asing. Pada penutupan kuartal III/2025, pasar saham mencatatkan penjualan bersih (net sell) investor asing sebesar Rp1,7 triliun. Secara kumulatif, tercatat net sell Rp1,25 triliun dalam tiga bulan terakhir dan Rp54,74 triliun sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd) sejak awal 2025.

: Saham LQ45 Tertinggal Saat IHSG Kinclong, Ini Peluang Rebound pada Akhir 2025

Advertisements

Bumi Resources Minerals Tbk. – TradingView

Pengamat Pasar Modal Indonesia Reydi Octa menilai peluang masuknya kembali dana asing pada kuartal IV/2025 masih terbatas. Investor global cenderung bersikap menunggu (wait and see) terhadap pergerakan imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang terus meningkat.

“Peluang inflow asing akan tertahan karena investor asing mempertimbangkan untuk wait and see mengenai pergerakan arah yield treasury di AS yang cenderung naik, karena aliran dana akan berpotensi masuk ke AS dengan yield lebih menarik,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (30/9/2025).

: : Emiten Lapis Kedua Ramai-Ramai Rights Issue, Menarik Diikuti?

Meski begitu, stabilitas nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan dapat menjadi faktor pendorong masuknya kembali aliran dana asing.

Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menambahkan bahwa sejumlah sentimen positif berpotensi mendukung arus modal masuk pada kuartal IV/2025, di antaranya strategi window dressing dan fenomena Santa Claus rally.

: : Semarak Rights Issue Jumbo Emiten Lapis Kedua: Ada INET, GMFI, Hingga BULL

“Untuk kuartal IV/2025 kuncinya ada di dinamika window dressing hingga Santa Claus rally effect,” ujarnya.

Window dressing merupakan strategi manajer investasi untuk mempercantik kinerja portofolio sebelum dilaporkan kepada investor. Sementara Santa Claus rally merujuk pada tren kenaikan harga saham yang lazim terjadi pada pekan terakhir Desember.

Nafan menambahkan, pembagian dividen interim oleh sejumlah emiten dengan likuiditas tinggi menjelang akhir tahun juga dapat menjadi daya tarik bagi investor asing.

Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata mengingatkan bahwa arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed) dan dinamika politik di Amerika Serikat akan tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi arus modal global.

Menurutnya, pelaku pasar perlu mencermati sisa siklus pemangkasan suku bunga The Fed serta potensi penutupan sementara (shutdown) pemerintahan AS.

Melansir Bloomberg, sejumlah layanan pemerintahan AS terancam berhenti jika Kongres gagal mencapai kesepakatan anggaran hingga Selasa (30/9/2025) waktu setempat. Kondisi tersebut akan membuat pegawai non-esensial dirumahkan, dan data ekonomi penting tertunda perilisannya.

“Shutdown ini bisa menunda pengumuman data ketenagakerjaan AS, jadi Federal Reserve akan bingung untuk menentukan kebijakan suku bunga pada FOMC Oktober,” ujar Liza.

Dengan berbagai dinamika eksternal tersebut, arah pergerakan dana asing di pasar saham Indonesia menjelang akhir tahun masih akan ditentukan oleh kombinasi faktor global dan domestik, meskipun fundamental pasar dalam negeri menunjukkan sinyal penguatan.

Advertisements