Pekan ini, pasar modal Indonesia menyaksikan aktivitas jual bersih yang signifikan dari investor asing, mencapai total Rp 2,7 triliun. Fenomena ini mencerminkan langkah investor global untuk melepas sejumlah saham papan atas, terutama dari sektor perbankan seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), serta saham di sektor komoditas, PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Berdasarkan data kompilasi dari Stockbit yang dihimpun oleh Katadata.co.id, aksi jual bersih ini sangat terkonsentrasi pada beberapa emiten. Saham BBRI menjadi target jual bersih terbesar dengan nilai mencapai Rp 1,09 triliun, diikuti oleh BBCA yang mencatatkan jual bersih sebesar Rp 995 miliar. Selain itu, investor asing juga melepas saham BUMI dengan total Rp 554,75 miliar.
Menariknya, pergerakan harga saham dari emiten-emiten yang dilepas ini bervariasi. Saham BBCA terpantau mengalami penurunan tajam sebesar 4,1%, mengakhiri pekan di level Rp 6.425. Namun, di tengah tekanan jual tersebut, saham BBRI justru berhasil menguat 1,18% ke level Rp 3.430, dan BUMI juga menunjukkan kenaikan tipis 0,81% menjadi Rp 248, mengindikasikan adanya kekuatan beli domestik atau faktor pendorong lainnya.
Di sisi lain spektrum pasar, investor asing juga menunjukkan minat beli yang kuat pada beberapa saham pilihan. Dua di antaranya adalah PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) dan PT Astra International Tbk (ASII). Saham CUAN mencatatkan beli bersih fantastis mencapai Rp 440,09 miliar, sementara ASII juga menarik aliran dana asing sebesar Rp 236,68 miliar.
Kepercayaan investor asing terhadap kedua emiten ini tercermin dari kinerja harga sahamnya. Saham CUAN melonjak signifikan hingga 18% dalam sepekan, mencapai level Rp 1.590. Demikian pula, saham ASII menunjukkan kenaikan solid sebesar 1,19%, menutup perdagangan di harga Rp 6.375.
Meskipun ada aliran dana asing keluar dari beberapa saham unggulan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) justru membukukan performa positif sepanjang pekan ini. Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia, IHSG berhasil naik 2,35%, mencapai level 7.634. Seiring dengan menguatnya indeks acuan ini, kapitalisasi pasar juga turut meningkat sebesar 3,38%, mencapai angka Rp 13.635 triliun.
Lonjakan pada IHSG juga diiringi dengan peningkatan drastis pada aktivitas transaksi saham. Rata-rata volume transaksi saham harian melesat 33,12% menjadi 42,97 juta. Sementara itu, dari segi nilai, rata-rata transaksi harian juga naik 17,56%, mencapai Rp 20,36 triliun, menandakan gairah yang kuat di pasar modal domestik.