Bahlil: Pasokan BBM hingga Idulfitri aman, masalahnya hanya di harga

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia tetap aman hingga perayaan Hari Raya Idulfitri mendatang. Pernyataan ini memberikan jaminan di tengah kekhawatiran publik. Namun, Bahlil tidak menampik bahwa tantangan utama yang kini dihadapi pemerintah adalah gejolak pada harga minyak dunia yang terus merangkak naik.

Advertisements

Kenaikan signifikan harga minyak dunia ini dipicu oleh pecahnya konflik di Timur Tengah yang melibatkan Israel, Amerika Serikat (AS), dan Iran sejak Sabtu, 28 Februari. Eskalasi ketegangan di kawasan tersebut secara langsung berdampak pada pasar energi global, memicu kekhawatiran akan stabilitas pasokan.

Untuk menggambarkan kenaikan yang drastis, pada Jumat, 27 Januari, harga minyak Brent masih berada di bawah US$ 71 per barel. Namun, pada Senin, 9 Maret, harganya melesat mencapai US$ 107,93 per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS juga mengalami lonjakan, mencapai US$ 107,40 per barel pada tanggal yang sama.

“Permasalahan kita saat ini bukan pada stok minyak dan BBM, melainkan pada harganya,” tegas Bahlil saat ditemui di Kementerian ESDM pada Senin, 9 Maret. Pernyataan ini menggarisbawahi urgensi masalah harga dibandingkan ketersediaan fisik.

Advertisements

Menyikapi kondisi ini, Bahlil menyampaikan bahwa pemerintah akan segera mengadakan pembahasan komprehensif untuk merumuskan langkah-langkah strategis ke depan. Dalam kesempatan yang sama, ia juga memastikan bahwa tidak akan ada kenaikan harga BBM subsidi hingga Idulfitri nanti, sebuah janji yang sangat dinantikan masyarakat.

Fokus utama pemerintah saat ini adalah menjamin keamanan stok menjelang Idulfitri, agar kebutuhan masyarakat terpenuhi tanpa hambatan. Oleh karena itu, Bahlil mengimbau masyarakat agar tidak perlu melakukan panic buying, sebab ketersediaan pasokan telah dijamin.

Selain membahas isu stok dan harga BBM, pembahasan pemerintah juga akan mencakup implikasi kenaikan harga minyak dunia yang kini telah jauh melampaui asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026, yang sebelumnya ditetapkan sebesar US$ 70 per barel. “Itu nanti urusan pemerintah, pasti akan ada komunikasi yang baik untuk menanganinya,” imbuh Bahlil, memberikan sinyal adanya koordinasi lintas sektor.

Potensi Kenaikan Harga BBM

Menambahkan perspektif, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, sebelumnya telah mengingatkan bahwa serangan AS-Israel terhadap Iran beserta respons agresif Iran berpotensi besar mengerek harga bahan bakar minyak atau BBM. Konflik di Timur Tengah ini, menurutnya, dapat mengganggu pasokan minyak dunia secara signifikan.

“Kenaikan harga akan terjadi secara otomatis, seperti yang kita alami saat perang Ukraina. Namun, kali ini, pasokan dari Amerika Serikat diperkirakan akan meningkat, dan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi (OPEC) juga berpotensi menambah kapasitas produksinya,” jelas Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (2/3). Ia menyoroti adanya faktor penyeimbang yang mungkin meredam dampak kenaikan tersebut.

Airlangga juga menyoroti risiko gangguan pasokan minyak akibat potensi penutupan Selat Hormuz, jalur vital bagi pengiriman minyak global. Oleh karena itu, pemerintah akan terus memantau dengan cermat sejauh mana eskalasi konflik Timur Tengah berlangsung.

Untuk mengantisipasi, Airlangga memastikan bahwa pemerintah telah proaktif menjalin kesepakatan untuk mendapatkan pasokan minyak dari negara-negara di luar Timur Tengah. “Misalnya, Pertamina telah menandatangani MoU dengan beberapa perusahaan Amerika, seperti Chevron dan Exxon, serta pihak lainnya,” ungkapnya, menunjukkan diversifikasi sumber pasokan.

Ketika ditanya mengenai kemungkinan menjajaki impor minyak dari Rusia, Airlangga tidak menutup opsi tersebut. “Tentu kami akan memantau mana yang tersedia dan mana yang memungkinkan untuk diimpor,” pungkasnya, menegaskan fleksibilitas pemerintah dalam mencari sumber energi terbaik demi stabilitas nasional.

Advertisements