JAKARTA – Industri retail global saat ini tengah mengalami transformasi signifikan, bergeser dari model bisnis yang bertumpu pada ekspansi masif toko fisik menuju pendekatan yang lebih terintegrasi dan holistik. Jhonny Thio Doran, Founder dan CEO Doran Group, menegaskan bahwa masa depan retail tidak lagi semata-mata ditentukan oleh jumlah gerai yang tersebar, melainkan oleh kemampuan perusahaan untuk membangun ekosistem bisnis yang solid.
Menurut Jhonny, kunci keberlangsungan perusahaan retail di tengah dinamisnya perubahan industri adalah adaptasi melalui strategi yang jauh lebih luas dari sekadar membuka lokasi baru. Perusahaan perlu mengembangkan kapabilitas untuk menghubungkan berbagai elemen krusial secara menyeluruh. “Retail tidak lagi hanya tentang membuka toko baru. Retail masa depan adalah tentang membangun ekosistem yang menghubungkan produk, distribusi, teknologi, dan komunitas dalam satu pengalaman yang terintegrasi,” ungkap Jhonny dalam siaran pers di Jakarta, Ahad (15/3/2026), menyoroti visi ke depan.
Mengimplementasikan visi tersebut, Doran Group, melalui brand teknologi JETE, mengembangkan pendekatan berbasis ekosistem yang cermat. Mereka berhasil mengintegrasikan produk inovatif, jaringan distribusi yang kuat, pemanfaatan teknologi terkini, hingga komunitas konsumen yang loyal, semua terangkum dalam satu kerangka bisnis yang saling mendukung dan terhubung erat.
Toko retail berubah fungsi
Berbasis di Kota Surabaya, Jawa Timur, Doran Group telah tumbuh menjadi salah satu ekosistem retail teknologi konsumen terkemuka di Indonesia. Dengan jaringan lebih dari 150 gerai retail fisik yang tersebar di berbagai kota, didukung oleh distribusi nasional yang luas serta kanal penjualan digital yang efektif, posisinya semakin kuat. Namun, Jhonny Thio Doran menekankan bahwa ekspansi toko fisik bukanlah satu-satunya fokus strategis perusahaan.
Dalam paradigma retail modern, fungsi toko telah berevolusi. Toko tidak lagi sekadar tempat transaksi jual-beli, melainkan bertransformasi menjadi ruang interaksi yang vital antara brand dan konsumen. “Konsumen datang ke toko bukan hanya untuk membeli produk. Mereka datang untuk merasakan brand, mencoba teknologi, serta berinteraksi dengan komunitas yang memiliki minat yang sama,” jelas Jhonny, menyoroti pergeseran ekspektasi konsumen.
Pendekatan strategis ini menjadikan setiap toko retail berfungsi sebagai experience center yang memberikan pengalaman langsung dan mendalam bagi konsumen terhadap produk dan teknologi yang ditawarkan. Selain fokus pada pengembangan produk unggulan, Doran Group juga secara proaktif membangun keterlibatan konsumen melalui berbagai aktivitas komunitas dan acara yang menarik. Langkah ini sangat krusial, terutama bagi perusahaan yang memiliki ambisi untuk melantai di bursa saham melalui penawaran umum perdana atau IPO.
Salah satu inisiatif yang sukses dalam membangun keterlibatan konsumen adalah JETE RUN, sebuah ajang olahraga yang mampu menarik ribuan peserta setiap tahunnya. Melalui kegiatan semacam ini, brand tidak hanya dikenal, tetapi juga menjadi bagian integral dari gaya hidup dan pengalaman konsumen. “Brand yang kuat bukan hanya yang sering muncul di iklan, tetapi yang mampu hadir dalam kehidupan sehari-hari konsumennya,” pungkas Jhonny, menegaskan esensi kekuatan brand di era transformasi retail ini.