Bank Mandiri (BMRI) tetapkan RUPS penentu dividen pada 29 April 2026

Babaumma – JAKARTA — PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), salah satu bank terkemuka di Indonesia, telah mengumumkan jadwal pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang dinantikan. Pertemuan krusial ini akan diselenggarakan pada Rabu, 29 April 2026, pukul 14.00 WIB. Sejalan dengan perkembangan teknologi, RUPST Bank Mandiri akan dilaksanakan secara elektronik melalui fasilitas Electronic General Meeting System (EGMS) milik PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), guna memastikan kemudahan partisipasi bagi seluruh pemegang saham.

Advertisements

Adhika Vista, Sekretaris Perusahaan BMRI, dalam surat resminya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), menjelaskan bahwa RUPST mendatang akan membahas serangkaian agenda strategis yang berpotensi membentuk arah dan kebijakan perseroan di tahun-tahun mendatang. Beberapa poin utama yang akan ditetapkan termasuk persetujuan mengenai penggunaan laba bersih tahun buku 2025, penetapan remunerasi bagi direksi dan komisaris, serta pembahasan mengenai rencana pembelian kembali saham atau buyback saham BMRI.

Salah satu agenda terpenting dalam RUPST tersebut adalah penentuan alokasi laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025. Keputusan mengenai penggunaan laba ini, termasuk potensi pembagian dividen Bank Mandiri kepada para pemegang saham, akan ditentukan melalui mekanisme persetujuan bersama dalam rapat. Hal ini selalu menjadi sorotan utama bagi investor yang menantikan imbal hasil dari investasinya.

“Berdasarkan ketentuan (i) Pasal 22 juncto Pasal 27 Anggaran Dasar Perseroan serta (ii) Pasal 70 dan Pasal 71 UUPT, penggunaan laba bersih Perseroan diputuskan dalam RUPS,” terang Adhika Vista, menegaskan dasar hukum dan tata kelola yang melandasi pengambilan keputusan finansial penting tersebut.

Advertisements

Lebih lanjut, pemegang saham juga akan dimintakan persetujuan atas laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025. Proses ini juga akan disertai dengan pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquittes et decharge) kepada jajaran direksi dan dewan komisaris atas segala pengurusan dan pengawasan yang telah mereka jalankan sepanjang tahun 2025, mencerminkan transparansi dan akuntabilitas manajemen.

Agenda-agenda lain yang akan dibahas meliputi penetapan akuntan publik independen untuk mengaudit laporan keuangan tahun buku 2026, yang merupakan langkah vital dalam menjaga integritas finansial perseroan. Pembahasan juga akan mencakup pengkinian rencana aksi pemulihan (recovery plan) untuk menghadapi tantangan ekonomi di masa depan, serta pelaporan realisasi penggunaan dana hasil penerbitan obligasi berwawasan lingkungan dan obligasi keberlanjutan pada tahun 2025, menunjukkan komitmen Bank Mandiri terhadap prinsip-prinsip keuangan berkelanjutan.

RUPST juga akan mempertimbangkan persetujuan atas rencana pembelian kembali saham (buyback) perseroan, serta mekanisme pengalihan saham hasil buyback yang disimpan sebagai saham tresuri. Selain itu, pemegang saham akan mendiskusikan potensi perubahan anggaran dasar perseroan dan kemungkinan adanya perubahan dalam susunan pengurus, yang bisa memiliki implikasi signifikan terhadap strategi dan operasional Bank Mandiri ke depan.

Bagi para investor, penting untuk diketahui bahwa pemegang saham yang berhak menghadiri RUPST adalah mereka yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham pada penutupan perdagangan saham tanggal 6 April 2026, pukul 16.00 WIB. Perseroan secara aktif mengimbau dan mendorong partisipasi aktif pemegang saham melalui jalur elektronik, sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk penyelenggaraan RUPS secara digital, demi kelancaran dan efisiensi jalannya rapat.

: Bank Mandiri (BMRI) Lepas Mandiri Manajemen Investasi ke Danantara, Nilai Transaksi Rp1,02 Triliun

: : KUR Bank Mandiri (BMRI) Tembus Rp7,35 Triliun hingga Februari 2026

: : Siapkan Aksi Korporasi, Bank Mandiri (BMRI) Segera Audit Lapkeu Kuartal I/2026

Bank Mandiri (Persero) Tbk. – TradingView

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Advertisements