BGN: Program MBG sudah serap hampir sejuta pekerja

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN) tidak hanya menjadi solusi strategis untuk mengatasi masalah gizi anak, tetapi juga motor penggerak ekonomi yang signifikan melalui penciptaan lapangan kerja baru di berbagai pelosok negeri. Pernyataan ini diperkuat dengan fakta meningkatnya jumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang kini telah aktif beroperasi, menjadi sentra aktivitas ekonomi dan sosial.

Advertisements

Menurut Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, setiap dapur SPPG memerlukan sekitar 47 relawan untuk menjamin kelancaran operasional dan distribusi makanan bergizi. Dengan estimasi sekitar 21.000 unit SPPG yang telah aktif, Program Makan Bergizi Gratis diperkirakan telah menyerap sedikitnya 987.000 tenaga kerja langsung yang berperan vital di dapur-dapur MBG di seluruh Indonesia. Hal ini disampaikan Nanik dalam keterangan tertulisnya pada Minggu (15/2).

Dampak positif Program MBG tidak berhenti pada penyerapan tenaga kerja langsung. Program ini turut menjadi katalisator bagi pertumbuhan ekonomi lokal dengan mendorong penyerapan tenaga kerja tidak langsung melalui keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang bertindak sebagai pemasok bahan pangan esensial bagi SPPG.

Berdasarkan hasil investigasi tim BGN, UMKM di sektor pangan seperti produsen tahu, tempe, telur asin, dan sayuran, rata-rata membutuhkan tambahan tiga hingga lima pekerja untuk memenuhi volume kebutuhan dapur MBG yang terus meningkat. Nanik Sudaryati Deyang lebih lanjut menjelaskan bahwa dengan rata-rata 15 pemasok per setiap SPPG dan jumlah dapur yang kini mencapai sekitar 22.000 unit, Program Makan Bergizi Gratis diperkirakan mampu menggerakkan sekitar 40.000 UMKM dan menyerap hingga tiga sampai empat juta tenaga kerja secara tidak langsung di seluruh rantai pasok.

Advertisements

Alokasi anggaran sebesar Rp15.000 per porsi untuk MBG juga memberikan dampak ekonomi yang berantai. Angka ini secara signifikan menggerakkan roda perekonomian lokal melalui penguatan rantai pasok pangan, sekaligus membuka berbagai peluang kerja baru di komunitas setempat.

Secara keseluruhan, Nanik menekankan bahwa melalui Program Makan Bergizi Gratis, Badan Gizi Nasional berkomitmen untuk memastikan setiap anak Indonesia memiliki akses terhadap pangan bergizi. Program ini dirancang secara khusus dalam bentuk penyediaan makanan langsung untuk menjamin manfaatnya tepat sasaran dan secara optimal mendukung upaya perbaikan gizi anak di seluruh pelosok negeri.

Baca juga:

  • MBG Tetap Berjalan Selama Ramadan, Siswa Bawa Pulang Makanan ke Rumah
  • Bos BGN Sebut MBG Berperan ke Industri Otomotif, Singgung Penjualan Gran Max
  • Prabowo Jamin Defisit APBN Tak Langgar UU: Rakyat Ditipu, MBG dari Efisiensi

Advertisements