PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan pesisir dengan menggelar aksi bersih Pantai Mertasari, Bali. Inisiatif ini tidak hanya melibatkan masyarakat luas, tetapi juga berbagai pemangku kepentingan, menandai upaya kolektif dalam menjaga keindahan alam Pulau Dewata.
Berlangsung pada Sabtu, 7 Februari, kegiatan bertajuk “BERANI Bersih Pantai Mertasari” ini berhasil menggerakkan sekitar 200 relawan. Mereka terdiri dari elemen masyarakat, pelajar, komunitas lingkungan, hingga perangkat Desa Sanur Kauh. Aksi ini merupakan manifestasi nyata dukungan BNI terhadap pengelolaan lingkungan berkelanjutan, sekaligus momen penting dalam menyambut Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) yang jatuh setiap tanggal 21 Februari.
Semangat kolaborasi ini diperkuat dengan kehadiran sejumlah tokoh penting. Turut serta Perbekel Desa Sanur Kauh, I Made Ada, beserta jajarannya; Ketua Tempat Pengelolaan Sampah – Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) Sekar Tanjung, I Wayan Merta; serta founder Komunitas Malu Dong, Komang Sudiarta. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi kuat antarberbagai sektor.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyampaikan bahwa inisiatif ini memiliki makna lebih dari sekadar pembersihan pantai. Menurutnya, tujuan utama adalah menumbuhkan kesadaran kolektif tentang vitalnya menjaga lingkungan sebagai fondasi kokoh bagi keberlanjutan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Kegiatan ini secara tegas mencerminkan pemahaman bersama bahwa keberlanjutan lingkungan adalah pilar esensial bagi kelangsungan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Okki dalam keterangan tertulisnya. Ia menambahkan, “Tantangan pengelolaan sampah yang kompleks tidak dapat diatasi oleh satu pihak saja, melainkan memerlukan kolaborasi kuat yang melibatkan pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan seluruh lapisan masyarakat.”
Okki juga menekankan peran strategis Bali sebagai destinasi pariwisata nasional dan internasional. Oleh karena itu, kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan pesisir, wajib dijaga secara konsisten. Ia menggarisbawahi bahwa upaya ini merupakan investasi jangka panjang yang krusial bagi keberlanjutan industri pariwisata dan penguatan perekonomian daerah.
“Menjaga bumi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah keharusan yang tak terelakkan. Kebersihan kawasan pesisir adalah elemen fundamental dalam memelihara citra positif dan meningkatkan daya saing pariwisata Bali di mata dunia,” lanjut Okki, memperkuat pesan tentang pentingnya aksi nyata.
Selama pelaksanaan kegiatan, para relawan dengan semangat kebersamaan bergotong royong membersihkan setiap jengkal Pantai Mertasari dari berbagai jenis sampah. Tak hanya itu, BNI turut menyalurkan bantuan sarana pengelolaan sampah kepada TPS3R Sekar Tanjung, berupa mesin pencacah sampah dan mesin press plastik, sebagai wujud dukungan konkret.
Bantuan ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan kapasitas pengolahan sampah di tingkat komunitas. Lebih jauh, inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi dari proses pengelolaan sampah berbasis komunitas, memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat setempat.
Okki menegaskan, “Komitmen BNI dalam menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian integral dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan berkelanjutan.” Perseroan berprinsip bahwa pertumbuhan bisnis harus selalu selaras dengan tanggung jawab sosial dan kepedulian mendalam terhadap lingkungan.
Melalui program unggulan BNI Go Green dan serangkaian inisiatif keberlanjutan lainnya, BNI secara konsisten mengedepankan kolaborasi dalam pengelolaan sampah, edukasi lingkungan, serta pendampingan aktif masyarakat. Seluruh upaya ini diyakini mampu menciptakan dampak positif yang langgeng, baik bagi lingkungan maupun masyarakat, terutama di kawasan pesisir.