BNI gelar RUPST hari ini, bahas penggunaan laba 2025 hingga buyback saham

Babaumma – , JAKARTA — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2025 pada hari ini, Senin, 9 Maret 2026. Pertemuan penting ini dijadwalkan berlangsung secara elektronik di Jakarta Pusat, menetapkan arah strategis dan keuangan bank pelat merah tersebut.

Advertisements

Manajemen BNI mengonfirmasi bahwa RUPST BBNI akan dilaksanakan mulai pukul 14.00 WIB hingga 17.00 WIB. “Rapat akan dilaksanakan secara elektronik melalui fasilitas eASY.KSEI,” demikian pernyataan manajemen BNI dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, yang dikutip pada Senin (9/3/2026), menekankan komitmen bank terhadap transparansi dan aksesibilitas bagi pemegang saham.

Proyeksi Dividen BBNI untuk Tahun Buku 2025 Jelang RUPST

Sebanyak sembilan mata acara krusial akan dibahas dalam RUPST BBNI ini. Mata acara pertama berfokus pada persetujuan laporan tahunan dan pengesahan laporan keuangan konsolidasian perseroan. Ini juga mencakup persetujuan laporan tugas pengawasan dewan komisaris serta pengesahan laporan keuangan program pendanaan usaha mikro dan usaha kecil (PUMK) untuk tahun buku 2025. Agenda ini sekaligus memberikan pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (acquittal and discharge) kepada direksi atas tindakan pengurusan perseroan dan dewan komisaris atas tindakan pengawasan yang telah dijalankan selama tahun buku 2025, menegaskan akuntabilitas manajemen.

Advertisements

Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. – TradingView

Kemudian, mata acara kedua membahas persetujuan penggunaan laba bersih perseroan untuk tahun buku 2025, yang merupakan salah satu poin paling dinanti pemegang saham terkait potensi pembagian dividen BBNI. Selanjutnya, mata acara ketiga adalah penetapan gaji/honorarium beserta fasilitas dan tunjangan untuk tahun buku 2026, serta penghasilan yang merupakan penghargaan/bonus kinerja tahun buku 2025 dan/atau bentuk remunerasi lainnya yang ditetapkan untuk direksi dan dewan komisaris perseroan, mencerminkan kebijakan kompensasi bank.

BNI Tutup Layanan Internet Banking secara Bertahap, Mulai 21 April 2026

Mata acara keempat akan memutuskan penetapan akuntan publik dan/atau kantor akuntan publik yang akan mengaudit laporan keuangan konsolidasian perseroan serta laporan keuangan program PUMK untuk tahun buku 2026. Hal ini penting untuk menjaga integritas dan kepercayaan publik terhadap laporan keuangan bank. Adapun mata acara kelima melibatkan pendelegasian kewenangan persetujuan rencana kerja jangka panjang (RJPP) 2026—2030 dan rencana kerja tahunan (RKAP) 2027 beserta perubahannya dari RUPS kepada pihak yang ditunjuk RUPS, menunjukkan visi jangka panjang Bank Negara Indonesia.

BNI Cermati Dampak Konflik Iran-AS, Terapkan Disiplin Manajemen Risiko

Salah satu agenda menarik adalah mata acara keenam, yaitu persetujuan atas rencana pembelian kembali saham (buyback) perseroan dan pengalihan saham hasil buyback yang disimpan sebagai saham treasuri (treasury stock). Dalam catatan Bisnis, perseroan telah mengumumkan rencana buyback saham BBNI maksimal senilai Rp905,48 miliar, sebuah langkah strategis untuk mengelola nilai saham. Mata acara ketujuh akan membahas perubahan anggaran dasar perseroan, memastikan kerangka hukum bank tetap relevan dan optimal. Berikutnya, mata acara kedelapan adalah laporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum sustainability bond tahap I BNI tahun 2025, memberikan transparansi mengenai pemanfaatan dana.

Terakhir, mata acara kesembilan merupakan penegasan kembali pelimpahan wewenang RUPS kepada Dewan Komisaris untuk menyetujui pernyataan tertulis pendiri dalam rangka perubahan peraturan dana pensiun perseroan. Keseluruhan agenda ini mencerminkan komitmen BBNI terhadap tata kelola perusahaan yang baik, kinerja keuangan yang berkelanjutan, dan penciptaan nilai bagi pemegang saham.

Advertisements