
Konsumsi bahan bakar minyak (BBM) yang boros merupakan tantangan serius yang tidak hanya membebani pengeluaran bulanan rumah tangga, tetapi juga berdampak signifikan pada biaya operasional sektor usaha, terutama di bidang logistik dan transportasi yang memiliki jangkauan operasional luas. Ironisnya, pemborosan BBM ini sering kali dipicu oleh kebiasaan berkendara yang kurang tepat.
Pola mengemudi seperti menekan pedal gas secara mendadak, mempertahankan putaran mesin (RPM) yang tinggi, serta sering melakukan akselerasi dan pengereman berulang, dapat membuat mesin bekerja jauh lebih berat dari kapasitas seharusnya. Kondisi ini secara langsung meningkatkan kebutuhan energi dan, pada gilirannya, konsumsi bahan bakar.
Gaya Berkendara yang Bikin Boros BBM Kebiasaan berkendara yang bikin boros BBM (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/bar)
Pandangan ini diperkuat oleh Victor Assani, 2W Service Head PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), yang menegaskan bahwa gaya berkendara memegang peran krusial dalam menentukan seberapa efisien konsumsi bahan bakar kendaraan. Menurutnya, cara mengemudi secara signifikan memengaruhi tingkat efisiensi penggunaan bahan bakar.
Baca juga:
- Bangladesh Tutup Universitas dan Batasi Penjualan BBM Imbas Perang Iran-AS
- Purbaya Belum Akan Revisi APBN dengan Lonjakan Harga Minyak Saat Ini
- Amerika Serikat Kesal Israel Serang 30 Kilang Minyak Iran
Ketika kendaraan dioperasikan secara agresif atau terlalu sering melakukan akselerasi dan pengereman, mesin dipaksa membutuhkan energi yang jauh lebih besar. Konsekuensinya, jumlah bahan bakar yang dibakar pun akan meningkat drastis. Berikut adalah sejumlah kebiasaan berkendara yang sering tidak disadari namun dapat menyebabkan kendaraan Anda menjadi lebih boros BBM:
1. Mengemudi Terlalu Cepat
Berkendara dengan kecepatan yang sangat tinggi membuat mesin harus bekerja ekstra keras untuk menjaga laju kendaraan. Saat mobil melaju kencang, kendaraan harus menghadapi hambatan udara yang jauh lebih besar. Hambatan aerodinamis ini meningkatkan tekanan pada sistem kendaraan, memaksa mesin untuk mengerahkan tenaga lebih banyak guna mengatasinya. Akibatnya, mesin memerlukan suplai bahan bakar yang lebih besar.
Selain itu, kecepatan tinggi umumnya berkorelasi dengan putaran mesin atau RPM yang tinggi. Ketika putaran mesin meningkat, proses pembakaran bahan bakar di dalam ruang mesin menjadi lebih intens. Hal ini secara langsung menyebabkan peningkatan signifikan dalam konsumsi bahan bakar dibandingkan dengan berkendara pada kecepatan yang stabil dan moderat.
2. Berkendara Terlalu Lambat
Berlawanan dengan anggapan umum, berkendara terlalu lambat juga dapat memicu pemborosan BBM, suatu fakta yang kerap luput dari perhatian banyak pengendara. Kecepatan yang terlalu rendah, terutama pada kendaraan bertransmisi otomatis, dapat membuat sistem transmisi otomatis berpindah ke gigi yang lebih rendah.
Perpindahan gigi yang tidak optimal ini memaksa mesin bekerja lebih keras untuk mempertahankan tenaga kendaraan. Akibatnya, mesin akan membakar bahan bakar lebih banyak dibandingkan saat kendaraan dioperasikan pada kecepatan yang optimal. Oleh karena itu, menjaga kecepatan kendaraan pada tingkat yang stabil dan sesuai dengan kondisi jalan menjadi kunci penting untuk mencapai efisiensi bahan bakar.
3. Tarikan Gas Terlalu Cepat
Kebiasaan menginjak pedal gas secara mendadak merupakan penyebab utama lain dari borosnya konsumsi BBM. Ketika pedal gas ditekan tiba-tiba, mesin akan merespons dengan segera menerima suplai bahan bakar dalam jumlah besar. Fenomena ini terjadi karena sistem pembakaran mesin harus secara cepat menghasilkan tenaga tambahan untuk mengakselerasi kendaraan.
Hasilnya, lebih banyak bahan bakar yang masuk ke ruang pembakaran daripada kebutuhan normal. Gaya berkendara agresif yang ditandai dengan akselerasi mendadak sering kali meningkatkan konsumsi bahan bakar secara drastis. Inilah mengapa banyak kendaraan modern dilengkapi fitur cruise control, yang dapat membantu menjaga kecepatan kendaraan tetap stabil dan mendukung efisiensi konsumsi bahan bakar.
4. Terlalu Sering Menginjak Rem
Kebiasaan mengerem terlalu sering juga dapat berkontribusi pada pemborosan BBM. Setiap kali pengendara menginjak rem, kendaraan kehilangan momentum dan kecepatan yang sebelumnya telah dihasilkan oleh tenaga mesin. Setelah kehilangan kecepatan, mesin harus kembali menghasilkan tenaga tambahan agar kendaraan dapat bergerak lebih cepat lagi.
Proses akselerasi ulang ini secara langsung membutuhkan pembakaran bahan bakar yang lebih besar, sehingga meningkatkan konsumsi BBM. Situasi ini sering kali terjadi ketika pengendara berkendara terlalu dekat dengan kendaraan di depannya atau tidak menjaga jarak aman yang memadai di jalan, yang memaksa mereka untuk sering mengerem dan kembali mempercepat kendaraan.
5. Menggunakan Bahan Bakar yang Tidak Tepat
Penggunaan jenis bahan bakar yang tidak sesuai dengan spesifikasi kendaraan juga menjadi pemicu utama borosnya BBM. Setiap mesin kendaraan dirancang dengan rasio kompresi tertentu yang optimal untuk jenis bahan bakar spesifik. Apabila kendaraan menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan (RON) yang lebih rendah dari rekomendasi pabrikan, proses pembakaran di dalam mesin dapat menjadi tidak sempurna.
Kondisi pembakaran yang tidak ideal ini memaksa mesin bekerja lebih keras untuk menghasilkan tenaga yang dibutuhkan. Akibatnya, konsumsi bahan bakar meningkat drastis dan performa kendaraan pun dapat menurun. Dalam jangka panjang, penggunaan bahan bakar yang tidak tepat juga berisiko meningkatkan kerusakan pada komponen mesin. Oleh karena itu, sangat dianjurkan untuk selalu menggunakan BBM dengan nilai Research Octane Number atau RON yang sesuai dengan spesifikasi yang direkomendasikan pabrikan kendaraan.