Danantara Indonesia Trust bakal kantongi 1% total dividen BUMN tiap tahun

Danantara Indonesia Trust (DIT), yayasan filantropi independen di bawah naungan Danantara Indonesia, baru saja mengumumkan perolehan dana awal yang fantastis untuk memulai program-program strategisnya. Yayasan ini dipastikan akan mendapatkan modal awal sebesar US$ 100 juta, yang setara dengan Rp 1,77 triliun jika merujuk pada asumsi kurs Rp 17.743 per dolar AS.

Advertisements

Langkah besar ini tidak berhenti di situ. Pembina Danantara Indonesia Trust sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, mengungkapkan bahwa yayasan ini telah memiliki skema pendanaan jangka panjang yang berkelanjutan. Kedepannya, DIT akan menerima alokasi dana sebesar 1% dari total dividen tahunan seluruh perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Indonesia.

“Kebijakan kami menetapkan dana awal sebesar US$ 100 juta. Dalam perencanaannya, kami akan menyisihkan setidaknya 1% dari total dividen yang kami terima dari seluruh BUMN setiap tahunnya untuk membiayai program-program yayasan,” ujar Rosan setelah menghadiri seremoni penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Danantara Indonesia Trust di Jakarta pada Senin (25/5).

Sebagai langkah awal implementasi, DIT telah menjalin kemitraan strategis dengan tiga institusi utama, yakni Kementerian Kesehatan, yayasan Karya Salemba Empat, serta Museum dan Cagar Budaya. Fokus utama dari kolaborasi ini akan menyasar sektor krusial seperti kesehatan, pendidikan, kebudayaan, hingga penyediaan sanitasi air bersih.

Advertisements

Rosan menegaskan bahwa kehadiran Danantara Indonesia bukan sekadar untuk mengelola investasi negara secara komersial, melainkan juga untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sosial. Melalui unit filantropinya, Danantara berkomitmen memperkuat kualitas sumber daya manusia dan menjawab berbagai tantangan sosial yang mendesak di tengah masyarakat.

Partisipasi Didit Hediprasetyo dalam Kemitraan Budaya

Salah satu poin menarik dalam kerja sama ini adalah keterlibatan putra Presiden Prabowo Subianto, Didit Hediprasetyo. Ia hadir dan menandatangani kerja sama di bidang Museum dan Cagar Budaya. Kolaborasi ini difokuskan pada pengembangan Perpustakaan Danantara Indonesia Trust yang berlokasi di Museum Nasional, dengan tujuan memperluas akses masyarakat terhadap literasi budaya dan pengetahuan sejarah.

Di sektor kesehatan, kemitraan dengan Kementerian Kesehatan akan berfokus pada perlindungan ibu dan anak. Program ini mencakup penyediaan vaksin heksavalen, penguatan sistem distribusi vaksin (cold chain), hingga pembagian suplemen multiple micronutrient bagi ibu hamil untuk menekan angka stunting di Indonesia.

Urgensi program kesehatan ini didasari oleh data WHO dan UNICEF tahun 2026 yang menunjukkan masih adanya tantangan besar di Indonesia, seperti 960 ribu anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar (zero dose), angka kematian ibu yang mencapai 189 per 100 ribu kelahiran, serta prevalensi kekurangan gizi akut (wasting) yang masih berada pada level 7,4%.

Sementara itu, di bidang pendidikan, DIT bekerja sama dengan Karya Salemba Empat (KSE) untuk memberikan beasiswa selama tiga tahun bagi 500 mahasiswa kurang mampu di berbagai pelosok tanah air. Tidak hanya dukungan finansial, para penerima beasiswa juga akan mendapatkan pelatihan kepemimpinan, mentoring, dan program kesiapan kerja guna menekan jumlah generasi muda yang tidak bersekolah maupun bekerja (NEET).

Ketua Yayasan Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak, menjelaskan bahwa setiap program yang dipilih bertujuan untuk menghadirkan solusi berskala besar bagi kebutuhan pembangunan yang paling mendesak. Ia berharap kolaborasi ini menjadi fondasi bagi DIT untuk menjadi platform yang mampu memobilisasi aksi kolektif di seluruh Indonesia.

Didirikan pada Oktober 2025, Danantara Indonesia Trust memiliki mandat untuk mengalokasikan sebagian dividen BUMN demi pengembangan kualitas manusia Indonesia. Ke depannya, yayasan ini berencana memperluas kemitraan dengan institusi global serta membuka peluang pendanaan bersama (co-funding) untuk memperluas dampak sosial dari setiap program yang dijalankan.

Ringkasan

Danantara Indonesia Trust (DIT) merupakan yayasan filantropi di bawah Danantara Indonesia yang baru saja memperoleh modal awal sebesar US$ 100 juta atau sekitar Rp 1,77 triliun. Yayasan ini memiliki skema pendanaan jangka panjang melalui alokasi sebesar 1% dari total dividen tahunan seluruh perusahaan BUMN di Indonesia. Dana tersebut akan dikelola untuk mendukung pembangunan sosial serta memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui berbagai program strategis yang berkelanjutan.

DIT telah menjalin kemitraan dengan Kementerian Kesehatan, yayasan Karya Salemba Empat, serta Museum dan Cagar Budaya untuk sektor kesehatan, pendidikan, dan kebudayaan. Fokus utamanya mencakup program perlindungan ibu dan anak guna menekan angka stunting, pemberian beasiswa bagi mahasiswa, hingga pengembangan literasi sejarah. Kolaborasi ini bertujuan untuk memberikan solusi nyata terhadap tantangan sosial yang mendesak di tengah masyarakat Indonesia.

Advertisements