Danantara tanggapi kabar akuisisi aplikasi ojol, sebut evaluasi beragam peluang

Danantara Indonesia tengah menjadi sorotan menyusul kabar rencana akuisisi sebagian saham perusahaan aplikasi ojek online (ojol). Menanggapi isu strategis tersebut, pihak Danantara memberikan konfirmasi bahwa mereka sedang mengevaluasi berbagai peluang investasi secara berkelanjutan.

Advertisements

Melalui keterangan tertulis yang diterima pada Jumat (1/5), Tim Komunikasi Danantara menjelaskan bahwa evaluasi ini merupakan bagian dari pelaksanaan mandat lembaga untuk menciptakan dampak sosial-ekonomi yang bermakna bagi Indonesia. Meski demikian, Danantara menegaskan komitmennya untuk tetap disiplin dalam menilai setiap peluang sesuai dengan tahapan investasi yang telah ditetapkan.

Proses penilaian tersebut akan dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan beberapa parameter utama, mulai dari kesesuaian strategis, kondisi fundamental perusahaan, profil risk-return, hingga potensi penciptaan nilai dalam jangka panjang.

Wacana mengenai akuisisi saham perusahaan aplikator ojol ini pertama kali mencuat melalui pernyataan Wakil Ketua DPR, Sufmi Dasco Ahmad. Menurut Dasco, langkah akuisisi ini diproyeksikan sebagai instrumen utama pemerintah untuk menekan beban potongan komisi yang selama ini ditanggung oleh para pengemudi ojol.

Advertisements

Sejalan dengan semangat tersebut, Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026. Regulasi terbaru ini secara resmi memangkas potongan komisi pengemudi ojol dari yang sebelumnya berada di kisaran 10 hingga 20 persen menjadi hanya delapan persen saja.

“Langkah paling pertama setelah akuisisi adalah menurunkan biaya yang diambil oleh aplikator. Dari yang tadinya 10 atau 20 persen, kini ditekan menjadi hanya delapan persen,” ungkap Dasco saat menerima audiensi aliansi serikat buruh di Kompleks Parlemen, Jakarta.

Lebih lanjut, Dasco menjelaskan bahwa penyesuaian kebijakan perusahaan akan dilakukan secara bertahap pasca-akuisisi. Saat ini, pengkajian mendalam masih terus dilakukan terkait status hubungan kerja antara perusahaan aplikator dan para pengemudi. Ia juga memastikan bahwa organisasi maupun serikat pengemudi ojol akan terus dilibatkan dalam diskusi untuk merumuskan solusi terbaik bagi semua pihak.

Momentum kebijakan ini selaras dengan pidato Presiden Prabowo dalam peringatan Hari Buruh Internasional di Monumen Nasional. Presiden menegaskan keberpihakannya kepada para pekerja dengan menyatakan ketidaksetujuannya terhadap potongan komisi yang mencapai 10 persen.

Presiden menekankan bahwa kebijakan ini merupakan langkah nyata dalam membela hak para pengemudi ojol yang setiap hari bekerja keras dan mempertaruhkan nyawa di jalanan. Menurutnya, skema pembagian hasil yang berlaku selama ini dinilai belum memberikan keadilan yang memadai bagi para pengemudi sebagai garda terdepan layanan transportasi daring.

Ringkasan

Danantara sedang mengevaluasi rencana akuisisi saham perusahaan aplikasi ojek online sebagai bagian dari mandat untuk menciptakan dampak sosial-ekonomi bagi Indonesia. Proses penilaian dilakukan secara komprehensif dengan mempertimbangkan kesesuaian strategis, kondisi fundamental, serta potensi penciptaan nilai jangka panjang. Lembaga ini menegaskan komitmen untuk tetap disiplin dalam meninjau setiap peluang investasi sesuai tahapan yang telah ditetapkan.

Langkah strategis tersebut diproyeksikan untuk menekan potongan komisi pengemudi ojol menjadi delapan persen sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026. Kebijakan ini bertujuan meningkatkan kesejahteraan pengemudi dan memberikan keadilan dalam skema pembagian hasil di sektor transportasi daring. Pemerintah juga memastikan bahwa organisasi atau serikat pengemudi akan terus dilibatkan dalam diskusi untuk merumuskan solusi terbaik bagi semua pihak.

Advertisements