
Perayaan ulang tahun Pura Mangkunegaran ke-269 resmi dibuka dengan meriah melalui festival Mangkunegaran MakaN-MakaN pada Jumat (1/5) sore. Bertempat di Pamedan Mangkunegaran, lapangan hijau yang terletak tepat di depan Pura Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah, pembukaan acara ini ditandai dengan prosesi simbolis pembagian kue apem kepada masyarakat yang hadir.
Gusti Raden Ajeng Ancillasura Marina Sudjiwo, atau yang akrab disapa Gusti Sura, menjelaskan bahwa prosesi pembagian apem merupakan bagian dari tradisi Boga Samromo. Tradisi ini rutin dilakukan setiap Sabtu Pon serta pada perayaan besar lainnya di lingkungan Pura Mangkunegaran. Menurut Gusti Sura, makna filosofis dari kegiatan ini adalah semangat berbagi keberkahan kepada sesama.
Dalam festival yang didukung oleh Bank Permata, Katadata, dan Yayasan DNC ini, panitia menyajikan 10 varian rasa kue apem. Gusti Sura menyebutkan bahwa inovasi rasa ini dilakukan agar tradisi tetap relevan dengan selera zaman sekarang. Kini, pengunjung dapat menikmati apem dengan cita rasa modern seperti cokelat, pandan, hingga teh.
Lebih dari 80 tenant kuliner dan non-kuliner memeriahkan festival yang berlangsung pada 1–3 Mei 2026 ini. Acara tersebut terbuka untuk umum dan bebas biaya masuk. Para pengunjung dapat mencicipi berbagai kuliner khas Abdi Dalem, seperti tahu petis keprabon, trimo manyar, jenang Bu Nik, hingga pawon cenik. Selain itu, festival ini juga menghadirkan restoran legendaris yang telah berdiri puluhan tahun, seperti Getuk Trio yang eksis sejak 1958 dan Rawon Penjara yang sudah ada sejak tahun 1970-an.
Nuansa Harry Potter di Jantung Kota Solo
Salah satu hal yang menarik perhatian adalah respons positif masyarakat terhadap estetika acara. Gusti Sura mengaku senang melihat antusiasme publik yang menyebut suasana festival di Pamedan Mangkunegaran terasa seperti di film Harry Potter. Hal ini tidak terlepas dari tema perayaan Adeging Mangkunegaran tahun ini yang mengusung ikon kuda. Elemen dekorasi bergambar kuda yang tersebar luas, mulai dari koridor Ngarsopuro hingga area Pamedan, memberikan kesan magis dan unik bagi para pengunjung.
Senada dengan hal tersebut, Division Head Corporate Communications Permata Bank, Glenn Ranti, menyatakan apresiasinya terhadap antusiasme warga Solo yang luar biasa. Ia mengungkapkan bahwa terdapat lebih dari 100 tenant kuliner legendaris dari UMKM lokal yang berpartisipasi dalam perayaan ini.
Glenn menambahkan bahwa keterlibatan Permata Bank dalam perayaan Adeging Mangkunegaran merupakan wujud komitmen perusahaan untuk terus memberikan nilai bermakna bagi komunitas dan masyarakat luas. Melalui kolaborasi ini, diharapkan festival tersebut dapat terus lestari sebagai perayaan bersama yang memberikan manfaat nyata bagi pelestarian budaya sekaligus mendukung geliat ekonomi lokal.
Ringkasan
Festival Mangkunegaran MakaN-MakaN resmi dibuka di Pamedan Mangkunegaran, Solo, untuk merayakan ulang tahun ke-269 Pura Mangkunegaran. Acara yang berlangsung pada 1-3 Mei 2026 ini menghadirkan lebih dari 80 tenant yang menyajikan kuliner tradisional hingga legendaris, serta tradisi pembagian kue apem sebagai simbol berbagi keberkahan. Pengunjung dapat menikmati berbagai hidangan khas tanpa dipungut biaya masuk selama festival berlangsung.
Daya tarik utama festival ini terletak pada dekorasi bertema kuda yang memberikan kesan magis dan unik, sehingga banyak pengunjung yang menyebut suasananya menyerupai film Harry Potter. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk Bank Permata, bertujuan untuk melestarikan tradisi budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi bagi UMKM lokal. Festival ini berhasil menarik antusiasme masyarakat dengan menyatukan warisan kuliner masa lalu dan estetika modern.