
Didit Hediprasetyo, putra Presiden Prabowo Subianto, turut hadir dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Danantara Indonesia Trust dan sejumlah mitra strategis di Jakarta, Senin (25/5). Dalam momen tersebut, Didit yang bertindak selaku pemilik Didit Hediprasetyo Foundation, menjadi salah satu pihak yang menandatangani kesepakatan kerja sama.
Kemitraan ini menitikberatkan pada pengembangan program di sektor kebudayaan, khususnya yang berkaitan dengan pelestarian museum dan cagar budaya. Langkah ini menjadi salah satu pilar utama yang diusung oleh Danantara Indonesia Trust dalam kiprah sosialnya.
Ketua Yayasan Danantara Indonesia Trust, Nuraini Razak, menjelaskan bahwa lembaganya memiliki fokus utama pada tiga program strategis, yakni kebudayaan, pendidikan, dan penyediaan sanitasi air bersih. Menurut Nuraini, kolaborasi dengan berbagai pihak dilakukan untuk memperluas dampak positif bagi masyarakat.
“Kami meyakini program ini dapat membawa manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia,” ujar Nuraini saat prosesi penandatanganan MoU di Wisma Danantara, Jakarta.
Baca juga:
- Siapkan Dana Rp 60 Triliun untuk Bencana Sumatra, Purbaya: Tak Dipakai Semua
- PT INTI Akan Ditutup, Danantara Pastikan Tak Ada PHK
- Harga Gas Potensi Naik 60%, Industri Keramik Terancam Masuk Fase Darurat
Selain fokus di bidang budaya, Danantara Indonesia Trust juga memperkuat sinergi dengan Kementerian Kesehatan. Kerja sama ini mencakup prioritas kesehatan masyarakat, seperti percepatan vaksinasi, penguatan layanan kesehatan, hingga distribusi bantuan medis ke berbagai pelosok wilayah di Indonesia.
Di sektor pendidikan, lembaga ini berkomitmen mendukung pengembangan generasi muda melalui akses pendidikan yang lebih luas dan penyediaan program beasiswa. Program tersebut dirancang untuk membantu pembiayaan pendidikan sekaligus meningkatkan karakter serta kualitas edukasi di Tanah Air. Sementara itu, untuk sektor kebudayaan, lembaga ini bekerja sama dengan Indonesia Heritage Agency dalam mendukung pengembangan perpustakaan dan sarana pembelajaran di Museum Nasional Indonesia.
CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menambahkan bahwa penandatanganan kerja sama ini merupakan manifestasi dari fokus utama Danantara Indonesia Trust yang baru dibentuk pada tahun 2025. Visi utamanya adalah memperluas manfaat sosial bagi masyarakat, khususnya di daerah-daerah tertinggal.
Rosan menegaskan bahwa kolaborasi dengan berbagai lembaga merupakan langkah nyata untuk memperkuat akses pendidikan dan pelestarian budaya nasional. “Kami ingin memastikan manfaat program ini dapat dirasakan oleh masyarakat luas, baik melalui pendidikan, kebudayaan, maupun dukungan sosial lainnya,” tutup Rosan.
Ringkasan
Didit Hediprasetyo melalui Didit Hediprasetyo Foundation resmi menjalin kerja sama strategis dengan Danantara Indonesia Trust dalam upaya pelestarian museum dan cagar budaya di Indonesia. Penandatanganan nota kesepahaman ini merupakan bagian dari pilar sosial Danantara Indonesia Trust yang berfokus pada sektor kebudayaan, pendidikan, dan penyediaan sanitasi air bersih.
Selain fokus pada kebudayaan, lembaga ini juga memperkuat sinergi dengan berbagai pihak di bidang kesehatan masyarakat serta pengembangan akses pendidikan melalui program beasiswa. Langkah kolaboratif yang dipimpin oleh CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, ini bertujuan untuk memberikan dampak sosial yang luas serta mendukung pemerataan akses pendidikan dan kesehatan bagi masyarakat di wilayah tertinggal.