
Tim SAR gabungan akhirnya menemukan jenazah dua warga negara Singapura yang menjadi korban erupsi Gunung Dukono di Pulau Halmahera, Maluku Utara, pada Minggu (10/5). Kedua korban tersebut dilaporkan meninggal dunia akibat letusan hebat yang terjadi pada Jumat (8/5) lalu.
Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani, mengonfirmasi bahwa posisi jenazah ditemukan di sekitar tepi kawah gunung. Namun, upaya evakuasi saat ini menghadapi tantangan berat. Proses evakuasi masih terhambat oleh letusan Gunung Dukono yang terus terjadi serta kondisi cuaca buruk, terutama akibat hujan yang mengguyur lokasi kejadian.
Operasi pencarian ini melibatkan sekitar 150 personel dengan dukungan teknologi dua unit drone termal yang mulai dikerahkan sejak Minggu pagi. Fokus tim penyelamat saat ini terkonsentrasi pada area dalam radius 100 hingga 150 meter dari tepi kawah, dengan titik pencarian berjarak sekitar 1,25 km dari lokasi terakhir korban diketahui.
Gunung Dukono sendiri mulai memuntahkan abu vulkanik setinggi 10 km sejak Jumat (8/5). Meski intensitas letusan kini berskala lebih kecil, area di sekitar kawah masih tertutup tebal oleh abu vulkanik. Selain menemukan jenazah, tim SAR juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa ransel yang diduga kuat milik kedua warga Singapura tersebut.
Tragedi ini juga menelan korban jiwa dari pendaki asal Indonesia, yang sebelumnya dinyatakan hilang pada Sabtu (9/5). Secara keseluruhan, terdapat 17 orang yang berhasil selamat dari insiden tersebut, terdiri dari tujuh warga negara Singapura dan 10 warga negara Indonesia.
Terkait pemulangan korban selamat, Kementerian Luar Negeri Singapura dalam pernyataan persnya menyebutkan bahwa ketujuh warga mereka yang selamat dijadwalkan terbang pulang pada hari ini. Sementara itu, pihak berwenang belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai jadwal pemulangan jenazah dua korban yang meninggal dunia.
Hingga Minggu, Badan Vulkanologi Indonesia mencatat setidaknya terjadi empat kali letusan, dengan salah satu lontaran abu mencapai ketinggian 1,3 km. Mengingat ancaman yang masih ada, otoritas setempat tetap memberlakukan tingkat kewaspadaan tertinggi ketiga bagi Gunung Dukono serta melarang seluruh aktivitas masyarakat maupun pendaki dalam radius 4 km dari kawah.
Ringkasan
Dua warga negara Singapura ditemukan meninggal dunia di sekitar kawah Gunung Dukono, Halmahera, pascaerupsi besar yang terjadi pada Jumat (8/5). Meskipun jenazah telah ditemukan oleh tim SAR gabungan, proses evakuasi saat ini masih menghadapi kendala berat akibat aktivitas vulkanik yang terus berlanjut serta kondisi cuaca buruk di lokasi kejadian.
Operasi pencarian ini melibatkan 150 personel dengan bantuan teknologi drone termal di area sekitar kawah yang tertutup abu vulkanik. Selain korban jiwa, tercatat 17 orang lainnya berhasil selamat, sementara otoritas setempat tetap memberlakukan status waspada level III dan melarang aktivitas masyarakat dalam radius empat kilometer dari kawah.