Gerebek Markas Judi Online di Hayam Wuruk, Polisi Tangkap 321 WNA

Bareskrim Polri berhasil membongkar sindikat judi online internasional yang beroperasi di kawasan perkantoran Hayam Wuruk, Jakarta. Dalam operasi penindakan yang dilakukan pada Kamis (7/5), kepolisian meringkus 321 warga negara asing (WNA) yang diduga menjalankan praktik ilegal tersebut. Selain menangkap para pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 1,9 miliar dalam berbagai mata uang asing.

Advertisements

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Polisi Wira Satya Triputra, menjelaskan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan hasil dari penyelidikan panjang yang didorong oleh laporan masyarakat. Dalam konferensi pers di Jakarta pada Sabtu (10/5), ia menyatakan bahwa pihaknya menemukan aktivitas perjudian terorganisir yang melibatkan warga dari berbagai negara.

Para pelaku yang diamankan terdiri dari 57 warga negara Cina, 228 dari Vietnam, 11 Laos, 13 Myanmar, lima Thailand, serta masing-masing tiga orang dari Malaysia dan Kamboja. Dari total 321 orang yang ditangkap, sebanyak 275 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Brigjen Pol. Wira menuturkan bahwa para pelaku tertangkap tangan saat sedang menjalankan operasional judi online.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, bisnis judi daring ini telah beroperasi di lokasi tersebut selama kurang lebih dua bulan. Perkantoran di kawasan Hayam Wuruk tersebut digunakan khusus sebagai pusat operasional, sementara tempat tinggal para pelaku berada di tower di sekitar lokasi yang sama. Terungkap pula bahwa sebagian besar WNA tersebut telah mengetahui tujuan mereka didatangkan ke Indonesia untuk bekerja di perusahaan judi online.

Advertisements

Modus operandi yang dijalankan tergolong sangat terstruktur dengan memanfaatkan teknologi digital lintas negara. Penyidik menemukan sekitar 75 domain internet dan situs resmi yang digunakan sebagai sarana judi online. Untuk menghindari pemblokiran oleh otoritas, pengelola situs menggunakan kombinasi karakter tertentu dan variabel label perjudian yang canggih.

Selain mengamankan para pelaku, polisi menyita sejumlah barang bukti krusial seperti brankas, paspor, telepon seluler, laptop, dan komputer. Saat ini, pihak kepolisian terus melakukan pengembangan kasus untuk menelusuri aliran dana, peladen (server), serta alamat protokol internet (IP) yang digunakan dalam jaringan tersebut.

Meskipun ratusan orang telah ditangkap, Wira menegaskan bahwa mereka yang diamankan sejauh ini merupakan pelaksana lapangan, bukan otak di balik sindikat tersebut. Polri kini berkomitmen penuh untuk memburu aktor utama atau petinggi bisnis judi online ini, termasuk pihak sponsor yang mendatangkan mereka ke Indonesia.

Untuk menuntaskan kasus ini, Bareskrim Polri akan menggandeng instansi terkait seperti PPATK serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Koordinasi lintas lembaga ini diharapkan dapat mempermudah proses pengembangan kasus demi memberantas praktik perjudian internasional yang memanfaatkan sarana elektronik di Indonesia.

Ringkasan

Bareskrim Polri berhasil membongkar sindikat judi online internasional di kawasan Hayam Wuruk, Jakarta, dengan menangkap 321 warga negara asing dari berbagai negara. Dari total yang diamankan, sebanyak 275 orang telah ditetapkan sebagai tersangka, sementara polisi turut menyita uang tunai senilai Rp1,9 miliar serta berbagai peralatan pendukung operasional. Operasi ini merupakan hasil penyelidikan mendalam atas aktivitas perjudian terstruktur yang telah beroperasi selama dua bulan dengan memanfaatkan 75 domain situs ilegal.

Polisi menegaskan bahwa para pelaku yang ditangkap saat ini berperan sebagai pelaksana lapangan, sehingga pengejaran terhadap otak utama di balik sindikat tersebut masih terus dilakukan. Untuk menuntaskan kasus ini, pihak kepolisian akan menggandeng instansi terkait seperti PPATK serta Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Sinergi lintas lembaga ini bertujuan untuk memutus rantai aliran dana dan membongkar jaringan yang menggunakan infrastruktur digital untuk praktik perjudian di Indonesia.

Advertisements