Emiten ASLI ganti pengendali, afiliasi Haji Isam borong saham harga receh Rp 11

Meramaikan bursa saham Indonesia, PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM), perusahaan yang terafiliasi dengan pengusaha terkemuka Andi Syamsuddin Arsyad atau yang akrab disapa Haji Isam, resmi mengakuisisi 69,52% saham pengendali PT Asri Karya Lestari Tbk (ASLI). Kabar akuisisi ini sontak memicu lonjakan fantastis harga saham ASLI, yang tercatat meroket hingga 1.190% dalam kurun waktu enam bulan terakhir.

Advertisements

Rincian lebih lanjut mengenai transaksi penting ini diungkapkan oleh Direktur Asri Karya Lestari, Yudra Saputra. Ia menjelaskan bahwa pada tanggal 19 Januari 2026, telah terjadi pengalihan saham melalui pasar negosiasi. Dalam kesepakatan tersebut, sebanyak 3,92 miliar lembar saham ASLI yang sebelumnya dimiliki oleh Sudjatmiko, atau setara dengan 62,72% dari total saham ditempatkan dan disetor penuh, resmi beralih kepemilikan kepada PT Wahana Konstruksi Mandiri.

Menariknya, jika menilik aktivitas perdagangan pada Senin (19/1) – hari yang sama dengan transaksi pasar negosiasi – saham ASLI justru mencatatkan crossing signifikan. Sebanyak 39,20 juta lot saham diperdagangkan pada harga Rp 11 melalui broker berkode ID, Anugerah Sekuritas Indonesia. Harga ini terbilang sangat rendah, jauh di bawah harga pasar yang saat itu diperdagangkan sekitar Rp 675 per lembar saham, menunjukkan adanya transaksi blok dengan harga khusus.

Dari kalkulasi tersebut, terungkap bahwa Wahana Konstruksi Mandiri mengakuisisi saham pengendali ASLI dengan nilai total Rp 43,12 miliar. Pembelian ini merupakan implementasi dari Keterbukaan Informasi yang telah dirilis pada tanggal 28 November 2025, yang menyatakan rencana PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM) untuk mengakuisisi 4,34 miliar lembar saham ASLI milik Sudjatmiko, atau setara dengan 69,52% dari total saham.

Advertisements

Menyikapi perkembangan ini, Yudra Saputra dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa (20/1) menegaskan,

“Dampak dari fakta material tersebut adalah adanya perubahan pengendali langsung ASLI, yang sebelumnya merupakan Sudjatmiko dan saat ini menjadi PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM).”

Pernyataan ini secara gamblang mengonfirmasi peralihan kepemimpinan strategis dalam perusahaan.

Sebagai konsekuensi dari aksi korporasi ini, PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM) berkomitmen penuh untuk mematuhi seluruh regulasi yang berlaku. Secara spesifik, WKM akan mengikuti ketentuan dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 9/POJK.04/2018 tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka, yang mencakup kewajiban melaksanakan Penawaran Tender Wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) kepada para pemegang saham minoritas ASLI. Ini memastikan transparansi dan keadilan bagi semua pihak.

Jauh sebelum pengumuman akuisisi ini, Yudra Saputra, yang juga menjabat sebagai Direktur sekaligus Corporate Secretary ASLI, telah mengungkapkan alasan di balik keinginan perusahaan untuk diakuisisi oleh Wahana Konstruksi Mandiri. Menurutnya, lini bisnis calon pengendali baru yang berfokus pada bidang konstruksi sangat sejalan dan saling melengkapi dengan kegiatan usaha utama ASLI, menciptakan sinergi potensial ke depan.

Namun, proses akuisisi ini tak luput dari perhatian Bursa Efek Indonesia (BEI). BEI sempat meminta klarifikasi mendalam terkait informasi yang ditemukan di situs resmi PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM). Dalam laman tersebut, WKM disebut terlibat dalam sejumlah proyek konstruksi bersama PT Jhonlin Baratama. Hal ini memicu pertanyaan BEI mengenai dugaan adanya hubungan afiliasi antara PT Jhonlin Baratama dan WKM, sebuah detail penting mengingat latar belakang Haji Isam.

Penelusuran lebih lanjut, termasuk melalui akun media sosial resmi Instagram PT Wahana Konstruksi Mandiri (WKM), semakin memperkuat indikasi tersebut. Di sana, WKM tercatat mengerjakan beragam proyek konstruksi bersama PT Jhonlin Baratama. Tak hanya itu, WKM juga terlibat dalam proyek pembangunan tangki Crude Palm Kernel Oil (CPKO) bersama PT Kodeco Agrojaya Mandiri, menunjukkan ekspansi bisnis yang signifikan.

Sebagai informasi, PT Jhonlin Baratama dikenal sebagai salah satu pemain kunci dalam industri batu bara. Beroperasi di Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, perusahaan ini adalah penghasil dan pengekspor batu bara yang telah menorehkan pertumbuhan operasional pesat, menancapkan jejaknya di pasar global, serta bersiap untuk ekspansi lebih lanjut di pasar domestik.

Selain inti bisnis batu bara, Jhonlin Baratama juga merambah bidang jasa kontraktor dan penyewaan alat berat pertambangan. Hubungan istimewa dengan lingkaran Haji Isam semakin kentara mengingat beberapa petinggi yang pernah menempati posisi penting di PT Jhonlin Baratama kini tercatat menduduki jabatan strategis di emiten milik Haji Isam lainnya, yaitu PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR).

Contoh nyata dari hubungan afiliasi ini adalah Usman Aji Purnomo, yang kini menjabat sebagai Komisaris Independen JARR. Beliau memiliki rekam jejak yang jelas di perusahaan terafiliasi: sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Administrasi Keuangan CV Jhonlin Baratama dari tahun 2004 hingga 2007, dan kemudian sebagai Komisaris PT Jhonlin Baratama dari tahun 2009 hingga 2013. Hal ini menggarisbawahi kuatnya jaringan profesional di balik entitas-entitas ini.

Advertisements