Emiten Penggerak IHSG ke Atas 8.000 hingga Kuartal III/2025

Babaumma JAKARTA – Kinerja cemerlang Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mencetak sejarah baru dengan berhasil menembus level psikologis 8.000, mencapai 8.061,06 hingga penutupan kuartal III/2025. Lompatan signifikan ini menunjukkan kekuatan pasar modal Indonesia. Indeks komposit ini melesat tajam dari 7.079,91 pada akhir tahun 2024, membukukan kenaikan impresif sebesar 13,86% pada Selasa (30/9/2025). Pada Rabu (1/10/2025) hari ini, IHSG tercatat berada di posisi 8.043,82.

Advertisements

Performa luar biasa IHSG ini tidak lepas dari dukungan kuat beberapa emiten pilihan yang berperan sebagai top leaders. Saham-saham emiten ini mengalami lonjakan signifikan, turut mendorong indeks ke rekor tertinggi.

: Musim Bagi-Bagi Dividen Interim Emiten Dimulai, dari UNTR hingga AALI

Salah satu kontributor utama adalah PT DCI Indonesia Tbk. (DCII), yang menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), memuncaki daftar top leaders. Saham DCII melesat luar biasa 550% sepanjang tahun berjalan (YtD) hingga akhir kuartal III/2025, mencapai Rp273.650 per lembar. Perusahaan milik konglomerat Toto Sugiri dan Anthoni Salim ini memberikan kontribusi signifikan sebesar 276,33 poin terhadap kenaikan IHSG.

Advertisements

: : IHSG Ditutup Melemah ke 8.043, Saham BBCA, WIFI, hingga RAJA Ambrol ke Zona Merah

Tidak hanya itu, emiten pendatang baru di BEI, PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA), juga turut menjadi penggerak penting. Perusahaan yang terafiliasi dengan konglomerat Prajogo Pangestu ini, sejak melantai di bursa pada 9 Juli, telah menunjukkan performa fantastis dengan melesat 781,58% mencapai Rp1.675 per lembar. CDIA menduduki posisi keenam dalam daftar top leaders dengan kontribusi sebesar 45,14 poin.

: : Rekomendasi Saham dan Pergerakan IHSG Hari Ini, Rabu 1 Oktober 2025

Melihat geliat positif pasar saham Indonesia, JP Morgan Sekuritas turut optimistis dengan merevisi naik target IHSG. Mereka memproyeksikan IHSG akan mencapai level 8.600, didorong oleh potensi besar kembalinya arus modal asing ke pasar emerging market. Kendati demikian, JP Morgan Sekuritas memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang 7.500-8.000 hingga akhir tahun ini.

Tim Analis JP Morgan Sekuritas, yang dipimpin oleh Henry Wibowo, mengungkapkan bahwa IHSG telah melonjak 27% dalam enam bulan terakhir, bahkan sempat mengukir rekor tertinggi sepanjang masa (all time high/ATH) di posisi penutupan 8.125.

: Kolaborasi Toto Sugiri, Anthoni Salim, Prajogo Pangestu, hingga Bakrie Angkat IHSG Sepanjang 2025

Meskipun mempertahankan pandangan netral terhadap pasar saham Indonesia secara keseluruhan, JP Morgan Sekuritas sangat meyakini bahwa kembalinya aliran modal asing ke pasar emerging market akan mendorong rerating. Optimisme ini semakin kuat mengingat valuasi Indonesia yang dinilai masih belum mahal. Data JP Morgan menunjukkan bahwa price to earning ratio IHSG hingga kemarin berada di angka 12 kali, atau 1,5 kali standar deviasi di bawah rata-rata 10 tahun.

“Kami menaikkan target IHSG dengan base case 8.600 dalam 12 bulan ke depan,” demikian pernyataan JP Morgan Sekuritas dalam risetnya pada Selasa (30/9/2025). Lebih lanjut, dalam skenario bull case, IHSG diproyeksikan mampu menembus level 9.000. Namun, untuk skenario bear case, IHSG diramal berada di level 6.600 dalam rentang waktu yang sama.

Daftar Saham Top Leaders hingga Kuartal III/2025

No

Saham

Emiten

Harga

Kenaikan

Kontribusi (Poin)

1

DCII

PT DCI Indonesia Tbk.

Rp273.650

550%

276,33

2

DSSA

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk.

Rp106.200

187,03%

265,72

3

BRPT

PT Barito Pacific Tbk.

Rp3.750

307,61%

175,59

4

BRMS

PT Bumi Resources Minerals Tbk.

Rp840

142,77%

57,30

5

MLPT

PT Multipolar Technology Tbk.

Rp147.000

694,59%

54,63

6

CDIA

PT Chandra Daya Investasi Tbk.

Rp1.675

781,58%

45,14

7

BNLI

PT Bank Permata Tbk.

Rp5.950

529,63%

43,76

8

TLKM

PT Telkom Indonesia Persero Tbk.

Rp3.060

12,92%

39,39

9

ASII

PT Astra International Tbk.

Rp5.775

17,86%

38,74

10

ANTM

PT Aneka Tambang Tbk.

Rp3.160

107,21

33,46

Sumber: BEI

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Ringkasan

Hingga kuartal III/2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level 8.000, mencapai 8.061,06, melonjak 13,86% dari akhir tahun 2024. Kinerja ini didukung oleh beberapa emiten unggulan, di antaranya PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) yang naik 550% dan PT Chandra Daya Investasi Tbk. (CDIA) yang melonjak 781,58% sejak melantai di bursa.

JP Morgan Sekuritas merevisi target IHSG menjadi 8.600, didorong oleh potensi kembalinya arus modal asing. Mereka memperkirakan IHSG akan bergerak di rentang 7.500-8.000 hingga akhir tahun. DCII menjadi kontributor utama dengan 276,33 poin, diikuti oleh emiten lainnya seperti DSSA dan BRPT.

Advertisements