Emiten Prajogo Petrindo (CUAN) ungkap kabar terbaru temuan tambang emas PT Intam

Emiten pertambangan dari konglomerasi Barito Grup milik Prajogo Pangestu, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), baru-baru ini melaporkan kemajuan signifikan dalam aktivitas eksplorasi mineral emas di wilayah Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Laporan bulanan untuk periode Januari 2026 mengindikasikan temuan menjanjikan, termasuk zona mineralisasi emas dengan kadar mencapai 1,27 part per million (ppm) di salah satu prospek utamanya.

Advertisements

Michael, Direktur Utama CUAN, dalam laporan resminya menjelaskan bahwa kegiatan eksplorasi ini dilaksanakan oleh anak usaha perseroan, PT Intam, bekerja sama dengan mitra strategis. Hingga akhir periode pelaporan, total biaya eksplorasi yang telah dikeluarkan oleh perseroan tercatat sebesar Rp 6,68 miliar. Untuk pekerjaan pengeboran inti, perseroan menggandeng kontraktor PT Geo Inti Sinergy (GIS), demikian dikutip pada Minggu (11/1).

Berdasarkan hasil pemetaan geologi ekstensif di Prospek Lebin, yang mencakup area sekitar 5 kilometer x 12 kilometer, tim geolog berhasil mengidentifikasi zona silica–quartz breccia. Zona ini, dengan ketebalan mencapai 16 meter, memiliki kandungan beragam mineral. Selain kadar emas 1,27 ppm, ditemukan pula perak dengan kadar 1,9 ppm, tembaga 15,8 ppm, timbal 2,7 ppm, dan seng 7,5 ppm. Temuan ini secara kuat mengindikasikan adanya sistem mineralisasi logam dasar dan mulia yang sangat menjanjikan di lokasi tersebut.

Selain pemetaan permukaan, PT Petrindo Jaya Kreasi juga gencar melakukan pengeboran inti berlian (diamond core drilling) di Prospek Ledang, khususnya di area Batururu dan North Batururu. Hingga Januari 2026, total pengeboran telah mencapai 11 titik bor dengan panjang kumulatif mencapai 1.732,43 meter. Salah satu hasil pengeboran di Batururu, tepatnya pada titik bor LDDH024, menunjukkan interval mineralisasi sepanjang 54,4 meter pada kedalaman sekitar 285,6 meter.

Advertisements

Sementara itu, di area North Batururu, aktivitas trenching atau pembuatan parit uji mencatatkan hasil positif, dengan kadar emas 1,6 ppm pada salah satu parit sepanjang 4,5 meter. Temuan ini semakin memperkuat indikasi kehadiran sistem porfiri emas yang berpotensi di wilayah tersebut. Perseroan juga melaporkan adanya zona mineralisasi tambahan pada titik bor dengan ketebalan 8,55 meter, yang dicirikan oleh breksi kuarsa dan kandungan sulfida berupa pirit. Kendati demikian, temuan ini masih memerlukan pengujian lanjutan guna memastikan potensi ekonominya secara menyeluruh.

Ke depan, Petrindo Jaya Kreasi memiliki rencana ambisius untuk melanjutkan kegiatan pengeboran. Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi ketebalan dan kontinuitas zona porfiri emas di Prospek Batururu. Di sisi lain, di North Batururu, perseroan akan melanjutkan kegiatan trenching dan pengeboran tambahan sebagai bagian krusial dari delineasi sumber daya awal.

Temuan-temuan eksplorasi yang prospektif ini berpotensi menjadi katalis sentimen positif bagi saham CUAN, terutama di tengah meningkatnya minat investor terhadap emiten tambang dengan eksposur emas. Namun demikian, perseroan secara tegas menggarisbawahi bahwa seluruh hasil eksplorasi ini masih berada pada tahap awal dan belum dapat dikategorikan sebagai cadangan maupun sumber daya terukur, mengingat tahapan pengembangan yang masih panjang.

Advertisements