Babaumma – , JAKARTA – Gejolak signifikan di pasar saham Indonesia pada akhir Januari 2026 tidak menggoyahkan posisi lima orang terkaya di Indonesia. Meskipun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami pergerakan yang dinamis, daftar para konglomerat Tanah Air ini tetap relatif stabil.
Sepanjang pekan terakhir Januari 2026, pasar saham Indonesia memang menghadapi tekanan hebat. Investor asing secara masif melakukan aksi jual bersih (net sell) dengan total mencapai Rp13,92 triliun dalam periode 26 hingga 30 Januari 2026. Tekanan ini berujung pada pelemahan IHSG secara signifikan.
Sebagai respons terhadap volatilitas tersebut, Bursa Efek Indonesia (BEI) bahkan terpaksa menerapkan mekanisme penghentian perdagangan sementara (trading halt) sebanyak dua kali. Alhasil, kinerja indeks komposit mencatat pelemahan 6,94% hanya dalam satu pekan.
Namun, di tengah badai pasar saham tersebut, menariknya, susunan lima besar orang terkaya di Indonesia versi Forbes tidak banyak bergeser. Ini menunjukkan resiliensi kekayaan para konglomerat dalam menghadapi fluktuasi ekonomi.
Per tanggal Sabtu (31/1/2026), Prajogo Pangestu kokoh di puncak daftar dengan total kekayaan bersih mencapai US$30,5 miliar. Angka fantastis ini menempatkannya pada peringkat ke-71 dalam jajaran orang terkaya di dunia.
Menariknya, di tengah kondisi IHSG yang cenderung melemah, Prajogo Pangestu justru menunjukkan aktivitas belanja saham yang agresif sepanjang pekan lalu. Berdasarkan catatan Bisnis, salah satu langkah strategisnya adalah akuisisi jutaan lembar saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) dalam dua sesi perdagangan berturut-turut, sebuah manuver yang kerap dilakukan investor ulung di tengah koreksi pasar.
: : Semarak Belanja Saham Prajogo Pangestu hingga Lo Kheng Hong Kala IHSG Ambrol
Mengikuti di peringkat kedua adalah konglomerat yang dijuluki Raja Batu Bara, yakni Low Tuck Kwong. Pendiri PT Bayan Resources Tbk. (BYAN) ini mengumpulkan total kekayaan bersih sebesar US$22,3 miliar, membuktikan dominasinya di sektor energi.
Beranjak ke posisi berikutnya, peringkat ketiga dan keempat secara konsisten diisi oleh duo bersaudara dari Grup Djarum, yaitu Hartono Bersaudara.
: : Pandangan Ekonom Soal Petinggi OJK-BEI Mundur Imbas IHSG Anjlok
Secara lebih rinci, R. Budi Hartono menduduki posisi ketiga dengan akumulasi kekayaan bersih US$20,8 miliar. Sementara itu, adiknya, Michael Hartono, berada tepat di bawahnya dengan total net worth mencapai US$19,2 miliar. Konsistensi mereka dalam jajaran puncak menunjukkan kekuatan bisnis yang telah terbangun selama puluhan tahun.
Melengkapi daftar lima besar, Tahir dan Keluarga tetap bercokol di urutan kelima orang terkaya di Indonesia dengan estimasi kekayaan bersih US$10,6 miliar. Kehadiran mereka menegaskan keberagaman sektor bisnis yang mendominasi daftar konglomerat Tanah Air.