Harga buyback emas Antam naik 11,82% hingga hari ini Selasa (14/4)

JAKARTA – Harga pembelian kembali (buyback) emas Antam mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 11,82% sejak awal tahun 2026 hingga hari ini, Selasa (14/4/2026), menunjukkan daya tarik investasi logam mulia yang terus menguat.

Advertisements

Berdasarkan data resmi Logam Mulia per Selasa (14/4/2026), harga buyback emas Antam melonjak Rp54.000 menjadi Rp2.639.000 per gram. Meski demikian, posisi ini masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) yang sempat mencapai Rp2.989.000 pada akhir Januari 2026.

Penguatan yang mencapai 11,82% sejak awal tahun ini menegaskan tren positif bagi para pemegang emas. Harga buyback sendiri merupakan patokan harga pembelian kembali emas oleh PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) yang dihitung berdasarkan ukuran 1 gram.

Perlu dipahami bahwa buyback emas adalah transaksi menjual kembali emas, baik dalam bentuk logam mulia batangan maupun perhiasan. Meskipun harga yang ditawarkan biasanya lebih rendah dari harga jual saat itu, transaksi ini tetap dapat menghasilkan keuntungan substansial apabila terdapat selisih besar antara harga jual awal dan harga buyback.

Advertisements

Terkait regulasi, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No. 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas batangan ke Antam dengan nilai lebih dari Rp10 juta akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22. Tarif PPh 22 sebesar 1,5% berlaku bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), sementara non-NPWP dikenakan tarif 3%. PPh 22 atas transaksi buyback ini akan dipotong langsung dari total nilai buyback yang diterima.

Ramalan Nasib Pergerakan Harga Emas Pekan Ketiga April 2026

Pergerakan harga buyback emas Antam tidak bisa dilepaskan dari dinamika harga logam mulia di pasar global. Hubungan erat ini menjadikan faktor-faktor internasional sebagai penentu utama fluktuasi harga di dalam negeri.

Sebelumnya, Bisnis melaporkan bahwa Direktur PT Traze Andalan Futures, Ibrahim Assuaibi, menyoroti volatilitas tinggi yang kini menyelimuti pasar emas global. Kondisi ini membuka peluang rentang harga yang sangat lebar. Dalam skenario kenaikan agresif, emas dunia diprediksi berpotensi melambung ke level US$5.138 per troy ons, didorong oleh eskalasi ketegangan global yang terus meningkat.

Harga Emas Antam Melonjak Hari Ini (14/4), Tembus Rp2.863.000 per Gram

“Dalam sepekan ke depan, ada kemungkinan besar harga emas dunia akan melompat di atas US$5.000, tepatnya di US$5.138 per troy ounce. Jika ini terjadi, harga logam mulia di dalam negeri berpotensi melesat ke Rp3,1 juta per gram,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Minggu (12/4/2026).

Ibrahim juga menilai bahwa secara faktual di lapangan, “Perang Dunia Ketiga” sebenarnya sudah berjalan. Ini terlihat dari keterlibatan negara-negara besar dalam berbagai konflik geopolitik di Timur Tengah. Situasi ini mendorong bank sentral global untuk terus mencari alternatif cadangan devisa selain dolar AS, menjadikan logam mulia sebagai pilihan utama.

Selain itu, eskalasi di kawasan Selat Hormuz menjadi kunci penting. Jika terjadi perang terbuka yang menyebabkan tersumbatnya jalur distribusi minyak, harga minyak mentah diprediksi akan meroket tajam, yang pada gilirannya akan memicu lonjakan inflasi global. Dalam kondisi ketidakpastian ekstrem seperti ini, emas kembali membuktikan perannya sebagai aset pelindung nilai (safe-haven) paling mumpuni.

“Kenaikan harga minyak mentah berdampak negatif terhadap ekonomi global, dan orang menganggap sudah terjadi perang yang cukup dahsyat. Ini yang membuat harga emas condong terus mengalami kenaikan,” imbuhnya.

Di samping faktor geopolitik, kebijakan moneter Amerika Serikat (AS) di bawah kendali pemerintahan Donald Trump turut memberikan angin segar bagi harga emas. Spekulasi mengenai penunjukan Kevin Warsh sebagai suksesor di bank sentral AS memicu ekspektasi akan adanya kebijakan yang lebih akomodatif.

Menurut Ibrahim, pasar mengamati potensi kerja sama yang lebih harmonis antara pemerintah AS dan bank sentral untuk menurunkan suku bunga. Penurunan suku bunga acuan secara historis merupakan katalis positif bagi harga emas karena dapat menurunkan biaya peluang (opportunity cost) dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.

Advertisements