Harga melonjak 1.213%, Happy Hapsoro ternyata genggam 4% saham Grup Astra (ARKO)

Pergerakan saham PT Arkora Hydro Tbk (ARKO), emiten energi terbarukan yang terafiliasi dengan Grup Astra, belakangan ini sukses mencuri perhatian luas di pasar modal. Kinerja sahamnya yang tak biasa dan cenderung berbeda dari mayoritas saham dalam konglomerasi raksasa Astra menjadi sorotan utama para investor.

Advertisements

Sebelumnya, saham perusahaan energi bersih ini sempat membukukan lonjakan harga yang fantastis, mencapai puncaknya di Rp 11.825 pada 23 Januari 2026 dengan kenaikan impresif hingga 1.213%. Namun, euforia tersebut tak bertahan lama, disusul oleh koreksi tajam dalam beberapa pekan terakhir. Di tengah gejolak harga yang volatil ini, perhatian publik teralih pada kemunculan nama pengusaha Hapsoro Sukmonohadi, yang juga dikenal sebagai Happy Hapsoro, dalam daftar pemegang saham di atas 1%.

Berdasarkan laporan kepemilikan saham di atas 1% yang disampaikan oleh Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) per 27 Februari 2026, suami dari Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Puan Maharani, ini tercatat menggenggam saham ARKO secara signifikan. Rinciannya, Hapsoro secara pribadi memiliki sebanyak 59,60 juta saham atau setara dengan 2,04% dari total modal disetor.

Tidak hanya itu, perusahaan investasi PT Sentosa Bersama Mitra (SBM) yang diketahui terafiliasi kuat dengan pengusaha Happy Hapsoro, juga tercatat memiliki 58,99 juta saham, atau sejumlah 2,01%. Apabila akumulasi kepemilikan langsung Hapsoro dan kepemilikan melalui SBM digabungkan, total saham ARKO yang berada dalam genggaman Hapsoro mencapai 118,59 juta lembar, merepresentasikan 4,05% dari keseluruhan saham.

Advertisements

Baca juga:

  • 20 Nama Lolos Seleksi Dewan Komisioner OJK, Friderica dan Pahala Bersaing
  • Lo Kheng Hong Ternyata Pegang Saham 13 Emiten di Atas 1%, LSIP, RALS hingga SIMP
  • Raksasa Petrokimia Milik Prajogo (TPIA) Nyatakan Force Majeure Imbas Perang Iran

Di luar kepemilikan Hapsoro, jajaran pemegang saham signifikan ARKO lainnya juga menarik untuk dicermati. Pemegang saham terbesar masih dipegang oleh PT Arkora Bakti Indonesia dengan porsi substansial mencapai 1,13 miliar saham atau 38,89%. Menyusul di belakangnya adalah PT Energia Prima Nusantara yang menguasai 777,48 juta saham atau setara 26,65%. Kemudian, PT Bina Pertiwi Energi memegang 144,68 juta saham (4,94%), dan PT Star Pacific Tbk menguasai 103,50 juta saham (3,53%). Sementara itu, PT Prospera Kapital Investama tercatat memiliki 55,50 juta saham (1,90%), diikuti oleh PT Tata Tirta Datun dengan 47,30 juta saham (1,62%), serta ACEI Singapore Holdings Private Ltd. yang menggenggam 31 juta saham atau 1,07%.

Terbaru, dalam perdagangan Selasa (3/3), saham ARKO terpantau melanjutkan tren koreksi, ditutup turun 2,10% ke level Rp 7.000 per saham. Aktivitas perdagangan saham ini mencatatkan volume sebanyak 1,67 juta lembar, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 11,76 miliar. Dengan performa tersebut, kapitalisasi pasar PT Arkora Hydro Tbk berada pada angka Rp 20,50 triliun.

Advertisements