Harga minyak naik lagi, bursa saham Asia melemah

JAKARTA – Harga minyak dunia kembali menunjukkan tren kenaikan signifikan, memicu gejolak di pasar global. Kenaikan ini terjadi di tengah memudarnya harapan akan resolusi konflik, setelah Iran secara tegas membantah klaim Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai adanya pembicaraan untuk mengakhiri perang. Penolakan Iran ini secara langsung memantik kekhawatiran pasar yang mendalam, mendorong harga minyak mentah internasional ke level yang lebih tinggi.

Advertisements

Merujuk laporan Al Jazeera, pada perdagangan Kamis (26/3/2026), harga kontrak berjangka minyak mentah Brent crude, yang menjadi patokan global, melonjak nyaris dua persen. Bahkan, minyak mentah Brent sempat melampaui angka 104 dolar AS per barel, menunjukkan volatilitas pasar yang ekstrem.

Peningkatan harga yang mencolok ini terjadi hanya sehari setelah sempat mengalami penurunan pada Rabu (25/3/2026). Penurunan tersebut sebelumnya dipicu oleh adanya laporan bahwa Presiden Trump telah mengajukan rencana 15 poin sebagai upaya mengakhiri konflik dengan Iran. Namun, sejak eskalasi konflik yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat dengan Iran pecah, harga minyak telah meroket lebih dari 40 persen. Pemicu utama lonjakan drastis ini adalah terganggunya jalur pengiriman vital di Selat Hormuz, salah satu rute minyak tersibuk di dunia yang kini menghadapi kelumpuhan aktivitas pelayaran, memperparah ketidakpastian pasokan global.

Advertisements