Pelepasan jutaan dokumen Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat kembali mengguncang perhatian publik internasional. Arsip yang secara resmi dibuka pada akhir Januari 2026 ini memuat sekitar tiga juta halaman berkas, mencakup korespondensi, catatan internal, hingga draf email milik Epstein, seorang terpidana kejahatan seksual yang telah meninggal dunia. Dalam rangkaian dokumen yang terkuak ini, sejumlah nama tokoh dunia kembali mencuat, termasuk pendiri Microsoft, Bill Gates.
Salah satu sorotan utama dari apa yang dikenal sebagai Epstein Files adalah pembahasan mengejutkan mengenai simulasi pandemi yang tercatat berlangsung sejak tahun 2015 dan 2017. Topik ini sontak memicu perbincangan luas di masyarakat global, mengingat penyebutan kata pandemic dalam dokumen tersebut terjadi beberapa tahun sebelum dunia dilanda pandemi Covid-19. Meskipun demikian, otoritas AS dan berbagai pihak terkait menekankan pentingnya membaca isi dokumen tersebut dengan cermat dan dalam konteks yang tepat untuk menghindari kesalahpahaman.
Penyebutan Nama Bill Gates dalam Dokumen Epstein Files
Nama Bill Gates memang disebutkan berulang kali dalam beberapa email Epstein yang kini dapat diakses oleh publik. Namun, penting untuk dicatat bahwa penyebutan tersebut tidak serta-merta mengindikasikan adanya pertemuan langsung atau keterlibatan aktif antara Epstein dan Bill Gates dalam setiap konteks.
Salah satu dokumen krusial yang menarik perhatian adalah sebuah email dengan subjek “Preparing For Pandemics” yang diterima Epstein pada tanggal 20 Maret 2015 dari pengirim yang identitasnya disamarkan. Email ini sendiri menambah lapisan misteri seputar korespondensi tersebut.
Email tersebut melampirkan sebuah draf agenda pertemuan yang secara spesifik membahas kesiapsiagaan menghadapi pandemi, lengkap dengan usulan untuk melibatkan organisasi-organisasi besar seperti World Health Organization (WHO) dan International Committee of the Red Cross (ICRC). Disebutkan pula rencana untuk membahas langkah-langkah lanjutan, termasuk cara melibatkan WHO dan ICRC secara resmi dalam upaya ini.
Media Rusia, Izvestia, sempat memberitakan bahwa dokumen Epstein memuat diskusi antara Epstein dan Bill Gates terkait pemodelan pandemi serta berbagai proyek biomedis. Namun, detail lebih lanjut mengenai klaim ini masih menjadi pertanyaan.
Hingga saat ini, belum ada bukti konkret yang mengkonfirmasi apakah Bill Gates secara langsung yang menulis dan mengirimkan email tahun 2015 tersebut, terutama mengingat beberapa detail pengirim yang sengaja disamarkan.
Selain email tahun 2015, dokumen Epstein juga menampilkan korespondensi lain pada tahun 2017 dengan subjek “bgc3 Deliverables and Scope”. Email ini berisi proposal yang menguraikan lima topik utama, yaitu: simulasi pandemi, neuroteknologi dalam konteks keamanan nasional, data kesehatan digital, penyakit kronis dan ilmu otak, serta ekonomi kesehatan.
Korespondensi tersebut secara jelas ditujukan kepada Bill Gates dan turut ditembuskan kepada Larry Cohen, yang saat itu menjabat sebagai CEO dan mitra pengelola Gates Ventures. Gates Ventures, yang pada periode tersebut dikenal sebagai bgC3, merupakan sebuah lembaga kajian dan investasi yang berfokus pada isu-isu kesehatan global dan teknologi inovatif.
Perlu ditekankan, dokumen-dokumen ini lebih jauh menunjukkan adanya pertukaran ide dan gagasan yang potensial. Namun, belum ada bukti yang solid bahwa rencana-rencana tersebut benar-benar berkembang menjadi proyek konkret atau bentuk kerja sama resmi antara pihak-pihak terkait.
Klarifikasi Bill Gates dan Gates Foundation
Menanggapi kembali kemunculan namanya dalam Epstein Files, Bill Gates secara terbuka telah menyampaikan penyesalan mendalam atas hubungannya di masa lalu dengan Jeffrey Epstein. Dalam berbagai kesempatan wawancara, Gates berulang kali menggambarkan hubungan tersebut sebagai “kesalahan besar” dan dengan tegas menyatakan bahwa interaksinya dengan Epstein tidak pernah membuahkan kerja sama yang substantif.
Gates menjelaskan bahwa awal pertemuannya dengan Epstein, yang dimulai sekitar tahun 2011, dilatarbelakangi oleh upaya penggalangan dana untuk inisiatif kesehatan global. Lebih lanjut, Gates menegaskan bahwa pertemuan-pertemuan tersebut pada akhirnya tidak menghasilkan apa-apa dan seharusnya tidak pernah terjadi.
Terkait isu simulasi pandemi, pihak Bill and Melinda Gates Foundation secara lugas menegaskan bahwa berbagai latihan kesiapsiagaan yang pernah didukung oleh yayasan tersebut, termasuk simulasi Event 201 pada Oktober 2019, hanyalah sebatas latihan antisipatif. Mereka menekankan bahwa kegiatan tersebut bukan merupakan pertemuan yang bertujuan untuk mewujudkan “agenda pandemi” seperti yang dispekulasikan.