Pada pembukaan perdagangan Selasa, 6 Januari, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencetak rekor tertingginya. Indeks acuan pasar modal Indonesia ini berhasil menguat signifikan sebesar 31,344 poin atau setara 0,35 persen, membawa posisinya melonjak ke level 8.890,536 yang baru.
Kinerja impresif IHSG tersebut juga tercermin dari aktivitas perdagangan yang berlangsung dinamis. Tercatat nilai transaksi mencapai Rp 553,331 miliar, dengan volume perdagangan yang solid sebesar 1,448 miliar saham. Sementara itu, frekuensi transaksi menunjukkan angka 106.854 kali, menandakan partisipasi aktif investor. Pasar juga diwarnai dominasi saham-saham yang menguat, sebanyak 370 saham bergerak positif, berbanding 90 saham yang melemah, dan 228 saham lainnya stagnan.
Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI) telah menembus angka fantastis Rp 16.238,658 triliun, menegaskan besarnya nilai investasi di pasar saham Tanah Air. Di sisi lain, optimisme pasar juga didukung oleh pergerakan positif mata uang domestik. Mengutip data dari Bloomberg pada pukul 09.06 WIB, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tercatat menguat tipis 0,03 poin atau 0,12 persen, mencapai level Rp 16.739 per dolar AS.
Pencapaian rekor harian ini merupakan kelanjutan dari tren positif yang telah berlangsung sepanjang tahun 2025. Sepanjang periode tersebut, kinerja pasar modal Indonesia secara konsisten mencatatkan prestasi gemilang. IHSG, misalnya, telah menorehkan rekor All Time High (ATH) sebanyak 24 kali, sebuah indikasi kuat akan kepercayaan investor. Tidak hanya itu, kapitalisasi pasar keseluruhan juga berhasil menembus batas psikologis Rp 16.000 triliun, memperkuat posisi pasar modal RI sebagai salah satu yang paling prospektif di kawasan ini.
Kecemerlangan pasar saham domestik ini selaras dengan tren positif yang juga terlihat di bursa saham utama Asia pada pagi hari ini:
-
Indeks Nikkei 225 di Jepang melonjak 0,88 persen ke level 52.288,601.

-
Indeks Hang Seng (HSI) di Hong Kong turut menguat 1,12 persen ke level 26.643,230.
-
Indeks Shanghai Composite (SSEC) di China menunjukkan kenaikan 0,65 persen ke level 4.049,760.
-
Indeks Straits Times (STI) di Singapura bergerak naik 0,76 persen ke level 4.715,990.