
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali membuka perdagangan dengan sentimen negatif pada Kamis (9/4). Pada awal sesi, kinerja bursa domestik terpantau lesu, dengan IHSG anjlok 64,45 poin atau setara 0,89%, sehingga menempatkan posisinya pada level 7.214,76. Tak hanya itu, indeks saham unggulan LQ45 juga turut merasakan tekanan, melemah 9,717 poin atau terkoreksi 1,32% ke posisi 723,906.
Kondisi pelemahan serupa juga tercermin di pasar valuta asing. Nilai tukar rupiah hari ini menunjukkan pergerakan yang tidak menguntungkan, melemah terhadap mata uang perkasa dolar Amerika Serikat (AS). Mengutip data akurat dari Bloomberg, kurs rupiah terhadap dolar AS tercatat berada di level Rp 17.051, sebuah penurunan sebesar 39 poin atau 0,23% dibandingkan penutupan sebelumnya.
Sentimen negatif ini nampaknya tidak hanya melanda pasar domestik, melainkan juga merambah ke seluruh kawasan Asia. Pada pembukaan sesi pagi ini, seluruh indeks bursa saham utama di Asia kompak bergerak di zona merah, mengindikasikan tekanan jual yang merata di pasar regional.
Berikut kondisi bursa saham Asia pagi ini:
Nikkei 225 (Jepang)
Indeks Nikkei 225 di Tokyo tercatat melemah 307,296 poin atau turun 0,55%, sehingga parkir di level 56.001,101.
Hang Seng (Hong Kong)
Sementara itu, Indeks Hang Seng di Hong Kong turut merasakan koreksi, turun 157,400 poin atau terkoreksi 0,61% menuju posisi 25.735,619.
Shanghai Composite (China)
Dari Tiongkok, Indeks Shanghai Composite juga tak luput dari tekanan, melemah 22,379 poin atau turun 0,56% dan berada di level 3.972,620.
Straits Times (Singapura)
Melengkapi daftar, Indeks Straits Times (STI) di Singapura terkoreksi 14,969 poin atau turun 0,30%, mengakhiri sesi pada posisi 4.981,080.