Perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Jumat (27/2) diperkirakan akan menghadapi tekanan pelemahan, dengan target level kisaran 8.150. Proyeksi ini datang setelah pada penutupan sesi Kamis (26/2), IHSG telah mencatatkan penurunan signifikan sebesar 86,97 poin atau 1,04 persen, mengakhiri perdagangan di level 8.235.
Menurut analisis teknikal dari Phintraco Sekuritas, penurunan IHSG pada hari sebelumnya berhasil tertahan di level MA20, yaitu sekitar 8.204. Namun, indikator-indikator lain menunjukkan sinyal yang kurang bullish. Pembentukan histogram positif pada MACD kembali mengecil, ditambah dengan stochastic RSI yang membentuk sinyal death cross di area overbought. Kondisi teknikal ini mengindikasikan bahwa IHSG masih berpotensi melanjutkan pelemahan, bergerak menuju level 8.150 pada perdagangan hari Jumat (27/2).
Sentimen negatif yang membayangi pasar, menurut Phintraco Sekuritas, salah satunya berasal dari kabar Departemen Perdagangan Amerika Serikat (AS). Departemen tersebut berencana memberlakukan tarif impor terhadap produk sel dan panel surya yang diimpor dari perusahaan-perusahaan di India, Indonesia, dan Laos. Keputusan ini didasari oleh dugaan bahwa industri panel surya di ketiga negara tersebut telah menerima subsidi.
Secara spesifik, AS menetapkan tarif impor sebesar 125,87 persen untuk produk dari India, 104,38 persen untuk impor dari Indonesia, dan 80,67 persen untuk impor dari Laos. Tidak hanya tarif umum, AS juga akan memberlakukan tarif individu bagi perusahaan-perusahaan tertentu. Di Indonesia, PT Blue Sky Solar akan dikenakan tarif 143,3 persen, sementara PT REC Solar Energy menghadapi tarif 85,99 persen.
Di samping itu, Perwakilan Perdagangan AS (USTR) juga berencana membuka penyelidikan Pasal 301. Penyelidikan ini akan fokus pada praktik perdagangan Indonesia, khususnya untuk meninjau kapasitas industri dan subsidi perikanan yang ada. Hasil temuan dari penyelidikan ini nantinya akan dibandingkan dengan langkah-langkah yang telah diambil Indonesia dalam memenuhi komitmennya terhadap kekhawatiran AS. Setelah evaluasi tersebut, USTR akan membuat keputusan mengenai jenis tarif yang akan diterapkan. AS juga memiliki rencana untuk menaikkan tarif bagi sejumlah negara, dari level 10 persen menjadi 15 persen atau bahkan lebih tinggi.
Dalam menghadapi kondisi pasar ini, Phintraco Sekuritas merekomendasikan beberapa saham yang menarik untuk diperhatikan pada Jumat (27/2), yaitu TOBA, ASII, INDF, SIDO, dan TLKM.
Kontras dengan pandangan Phintraco Sekuritas, MNC Sekuritas justru memprediksi IHSG berpeluang menguat pada perdagangan Jumat (27/2). Menurut riset mereka, IHSG berpotensi menguat ke level 8.440-8.650. Meskipun demikian, MNC Sekuritas juga mengingatkan akan adanya potensi koreksi lanjutan yang perlu diwaspadai, dengan rentang koreksi menuju 8.081-8.149. Beberapa saham yang direkomendasikan oleh MNC Sekuritas untuk perdagangan Jumat (27/2) meliputi BBRI, BKSL, ENRG, dan MDKA.
***
Disclaimer: Keputusan investasi sepenuhnya didasarkan pada pertimbangan dan keputusan pembaca. Berita ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual suatu produk investasi tertentu.