IHSG Merah, Saham Infrastruktur Ini Justru Terbang Tinggi!

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari ini, Jumat (31/10), dengan koreksi tipis sebesar 0,25%. Penurunan 20,19 poin ini membawa IHSG bertengger di level 8.163. Namun, di tengah pelemahan indeks acuan tersebut, saham-saham dari sektor infrastruktur justru menunjukkan geliat yang signifikan dan mencuri perhatian investor.

Advertisements

Beberapa emiten sektor infrastruktur tampil perkasa. Saham PT Link Net Tbk (LINK) melonjak tajam 24,45% atau senilai 670 poin, mencapai level Rp 3.410. Tak kalah cemerlang, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) juga terbang tinggi 24,61% atau 470 poin, mengunci posisi di harga Rp 2.380. Sementara itu, PT Remala Abadi Tbk (DATA) turut menunjukkan penguatan dengan melesat 5,86% atau 325 poin, menembus level Rp 5.875.

Secara keseluruhan, aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang hari ini mencatat volume transaksi masif, mencapai 27,69 miliar saham dengan frekuensi sebanyak 1,97 juta kali. Kapitalisasi pasar tercatat stabil di angka Rp 14.887 triliun, didorong oleh total nilai transaksi yang mencapai Rp 18,96 triliun. Data menunjukkan, sebanyak 272 saham berhasil menguat, namun 377 saham harus terkoreksi, dan 161 saham lainnya tidak bergerak dari posisinya.

Sejalan dengan koreksi IHSG pada penutupan perdagangan, enam dari sebelas sektor yang terdaftar di BEI harus parkir di zona merah. Sektor industri menjadi salah satu yang paling tertekan, melemah 1,50% secara sektoral, menandakan sentimen negatif yang dominan di segmen tersebut.

Advertisements

Pelemahan di sektor industri tercermin dari kinerja beberapa emiten besar. Saham PT United Tractors Tbk (UNTR) terkoreksi 3,84% atau 1.075 poin, turun ke level Rp 26.900. Demikian pula, PT Green Power Group Tbk (LABA) anjlok signifikan 8,33% atau 22 poin ke level Rp 242, dan PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) juga mengalami penurunan 3,29% atau 10 poin, berakhir di harga Rp 294.

Dari sisi nilai perdagangan, saham-saham perbankan raksasa masih mendominasi bursa. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi yang paling aktif ditransaksikan dengan nilai mencapai Rp 1,40 triliun. Disusul ketat oleh PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) dengan nilai transaksi Rp 1,27 triliun, serta PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang mencatatkan transaksi sebesar Rp 986,40 miliar. Selain itu, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) diperdagangkan sebesar Rp 510,49 miliar dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) mencatat Rp 376,92 miliar.

Daftar saham top gainer hari ini:

– PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) menguat 24,61% ke level Rp 2.380

– PT Link Net Tbk (LINK) melonjak 24,45% ke level Rp 3.410

– PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) naik 16,36% ke level Rp 2.560

Daftar saham top loser hari ini:

– PT Pakuan Tbk (UANG) turun 14,69% ke level Rp 2.090

– PT Green Power Group Tbk (LABA) anjlok 8,33% ke level Rp 242

– PT Mayora Indah Tbk (MYOR) terkoreksi 4,91% ke level Rp 2.130

Ringkasan

IHSG ditutup melemah tipis 0,25% pada level 8.163. Namun, di tengah pelemahan tersebut, beberapa saham sektor infrastruktur justru mengalami kenaikan signifikan. Contohnya, PT Link Net Tbk (LINK) dan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) melonjak tajam.

Secara keseluruhan, volume transaksi di BEI cukup masif dengan nilai mencapai Rp 18,96 triliun. Meskipun demikian, lebih banyak saham yang terkoreksi dibandingkan yang menguat. Saham perbankan seperti BBCA, BBRI, dan BMRI masih mendominasi nilai perdagangan, sementara UNTR dan LABA menjadi *top loser*.

Advertisements